Video Kakek Penenun Keranjang Bambu Menyentuh Hati, Bisnisnya Viral di Facebook

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Matunggong - Mongijal (86) yang tinggal di distrik Matunggong, Sabah Utara, Malaysia, yang bekerja sebagai penenun keranjang bambu menjadi viral di Facebook setelah putrinya, Nancy, mengiklankan bisnis keranjang kecilnya.

Dikutip dari Mashable SE Asia, Jumat (28/5/2021), postingan promosi keranjang tersebut telah dibagikan lebih dari 1.800 kali dan mempunyai 1.400 reaksi sejak di unggah pada 22 Mei 2021.

Awalnya, Nancy bermaksud untuk menjangkau lebih banyak pelanggan untuk ayahnya dan menyatakan rasa terima kasih kepada dua pelanggan yang mengunjungi gubuknya pada hari pertama.

Namun, ternyata postingan tersebut meluluhkan kati ribuan pengguna Facebook.

Dapat Perhatian dari Jepang dan Jerman

Puji Tuhan, bapa ada kedai sndri d siring jln. (Tq abg虏/family suda uruskan semua 馃挄) Biarpun pondok biasa虏 sja tp bapa...

Posted by Nancy Fuh on Saturday, May 22, 2021

iPutri Mongijal lainnya, Celia Mongikal, tidak percaya betapa viralnya postingan saudara perempuannya.

Meskipun ada permintaan yang tinggi, Nancy menyarankan pelanggan untuk datang langsung ke pondok tersebut jika ingin membeli keranjang.

"Kami tidak dapat mengirimkan saat ini. Jika Anda menginginkannya, datang saja ke kios dan Anda akan mendapatkannya. Kios hanya akan buka jika ada persediaan," tulis Nancy.

Dengan bantuan anak-anaknya yang lain yang tinggal di luar negeri, Mongijal terkejut melihat keranjang bambunya mendapat perhatian dari Jepang dan Jerman juga.

"Saya tidak tahu banyak orang akan tertarik dengan keranjang ini, saya akan membuat sebanyak yang saya bisa," katanya.

Reporter: Paquita Gadin

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel