Video Kasad Tanggapi Effendi Simbolon: Harga Diri & Kehormatan Diinjak Kok Kita Diam

Merdeka.com - Merdeka.com - Beredar sebuah video merekam Kasad Jenderal Dudung Abdurachman memberikan arahan diduga kuat menyikapi pernyataan politikus PDIP, Effendi Simbolon. Anggota Komisi I itu membandingkan TNI dengan ormas dan menyebutnya sebagai gerombolan.

Kasad menilai ucapan Effendi Simbolon telah melukai harga diri dan kehormatan TNI. Dia meminta prajurit mengambil sikap.

"Jangan kita diam saja, dia itu siapa? Gak berpengaruh. Harga diri, kehormatan kita, kok diinjak-injak sama dia," kata Dudung dalam video berdurasi 2 menit 45 detik yang dilihat Liputan6.com, Rabu (14/6).

Dudung melihat betapa geramnya prajurit mendengar pernyataan Effendi. Tetapi, dia kecewa tidak melihat sikap serupa pada prajurit level atas.

"Di grup Tamtama sudah bergelora sudah panas. Kelompok bintara sudah marah. Kok kita kelompok perwira santai-santai saja gitu loh? Gak ada yang saya lihat Pangdam yang bergerak sedikit pun. Apa takut jabatannya dilepas atau gimana?" katanya.

"Danrem-dandim juga saya lihat santai saja, meninabobokkan jabatannya. Jangan terbiasa seperti itu saya minta, ya?" tegas Dudung.

Dalam hal membela institusi, Dudung harap semua prajurit kompak. Apalagi yang dilakukan Effendi sudah mencederai TNI.

"Pangkat dan jabatan itu Gusti Allah, Tuhan yang ngatur. Bukan siapa pun ya, bukan siapa pun. Jadi nggak usah takut kalau harga diri dan kehormatan diinjak-injak, kok kita diam saja gitu loh?"

Sebelumnya, Effendi Simbolon sempat menyebut TNI bersikap melebihi Ormas. Effendi menilai bahwa TNI seperti gerombolan yang tidak memiliki kepatuhan terhadap pimpinan.

"Ini TNI kayak gerombolan ini. Lebih-lebih Ormas, jadinya. Tidak ada kepatuhan," kata Effendi dalam sebuah video.

Pernyataan Effendi Simbolon tersebut mengomentari isu ketidakharmonisan antara Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan Kasad Jenderal Dudung Abdurrachman.

Belakangan, pernyataannya itu viral di media sosial. Disusul ramai beredar video kemarahan prajurit.

Hari ini, Effendi menyampaikan permohonan maafnya. Dia mengaku tidak bermaksud menyinggung atau menyakiti hati keluarga besar TNI.

"Saya dari lubuk hati paling dalam, saya minta maaf perkataan yang menyinggung menyakiti, tidak nyaman di hati prajurit dari Tamtama, Bintara, Perwira bahkan sesepuh," kata Effendi dalam jumpa pers di ruangan Fraksi PDIP, Gedung DPR, Jakarta, Rabu (14/9).

Effendi mengatakan, sebenarnya tidak berniat membuat tersinggung atas ucapannya menyebut TNI sebagai gerombolan dan membandingi dengan ormas. Menurutnya, saat itu dia sedang memberikan gambaran bilamana prajurit TNI tidak patuh dan terjadi disharmoni.

"Sejujurnya saya tidak pernah mestigmakan TNI gerombolan tapi lebih kepada kalau tidak ada kepatuhan dan harmoni, seperti gerombolan ormas," jelasnya.

"Kalau bapak ibu bisa lihat rekaman utuhnya itulah poin yang saya sampaikan ulang di forum ini."

Effendi sekali lagi memohon maaf karena tak menyangka ucapannya kemudian berbuntut panjang dan membuat banyak pihak tersakiti.

"Sekali lagi saya mohon maaf kepada seluruh prajurit baik yang bertugas maupun purnawirawan dan pihak yang tidak nyaman. Kepada Panglima TNI saya minta maaf, Kasad saya minta maaf, Kasau, Kasal saya juga minta mungkin tidak nyaman," tegas Effendi. [lia]