Video Kerusuhan di KJRI Jeddah Beredar di Youtube

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Faktor pemicu terjadinya kerusuhan di KJRI Jeddah, adalah akibat ditutupnya loket pendaftaran program amnesti TKI/WNI bermasalah atas permintaan aparat kepolisian Arab Saudi.

Hal itu diketahui berdasarkan sebuah tayangan video detik-detik sebelum kerusuhan terjadi di depan KJRI Jeddah, yang beredar di situs www.youtube.com.

Video tersebut, memperlihatkan dua orang yang diduga pejabat KJRI Jeddah, yang tengah berdialog dengan seorang pejabat kepolisian Arab Saudi.

Dialog terjadi, ketika massa yang  berkerumun di depan gedung KJRI Jeddah, mulai tidak bisa dikendalikan.

Pejabat kepolisian Arab Saudi, yang mengenakan seragamnya, beserta kacama hitam di depan matanya, meminta pihak KJRI menghentikan pelayanan, yang berlangsung di sore hari Sabtu (8/6/2013)

Ia mengatakan aparatnya tidak bisa menjamin, jika KJRI tetap membuka pelayanan, kondisi keamanan bisa dikendalikan.

Direktur Perlindungan WNI kemudian mengumumkan kepada para WNI bahwa pelayanan pada hari tersebut ditiadakan, namun massa sudah tidak bisa dikendalikan dan berusaha menerobos gerbang KJRI Jeddah.

"Karena bapak-bapak sulit diatur maka menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, atas permintaan keamanan Saudi, agar menghindari yang tidak dinginkan maka pelayanan akan dilakukan besok pada pagi hari, oleh karena itu, pelayan kali ini tidak dilakukan," ujar seorang pegawai KJRI kepada masa, melalui pengeras suara.

Video itu diunggah oleh seseorang menggunakan akun Jack Woila pada 12 Juni 2013, dan sudah ditonton sebanyak 301 kali.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.