[VIDEO] Kisah Asmara Taufiq Kiemas dan Megawati

Liputan6.com, Jakarta : Berpulangnya Taufiq Kiemas ke rahmatullah tak hanya menyisakan kenangan terhadap sepak terjang Ketua MPR itu di panggung politik. Namun juga kenangan kisah asmara dengan istri tercinta Dyah Permata Megawati Setyawati Sukarnoputri alias Megawati Soekarnoputri.

Pertemuan sejoli ini bermula pada 1971. Mengutip buku Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam: 70 Tahun Taufiq Kiemas, ternyata awal mula pertemuan Megawati dan Taufiq Kiemas terbilang unik dan impresif. Ketika itu Taufiq bersama Guntur Soekarnoputra dan sejumlah sahabat berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur.

Seusai ziarah, mereka menyempatkan ke kompleks Perumahan AURI di Madiun, Jawa Timur, tempat Megawati tinggal. Nah, di sanalah keduanya berkenalan untuk pertama kalinya.

"Saat itulah saya akhirnya berkenalan dengan Taufiq," kenang Megawati. Padahal, jauh sebelum mereka berkenalan, tahun 1964 sebelum Megawati menikahi Letnan (Penerbang) Surindro Suprijarso, Guntur telah menceritakan sosok Taufiq Kiemas kepada Megawati.

"Dis (Adis, nama panggilan kecil Megawati), nanti saya kenalkan dengan teman saya, si Bule (Taufiq Kiemas)," kata Guntur kepada Megawati ketika itu. Taufiq Kiemas dipanggil Si Bule karena berperawakan jangkung dan berkulit putih. Selain itu dinilai ganteng dan santun.

Tak lama setelah berkenalan, cinta mereka bersemi. Singkat cerita, setahun setelah menjalin asmara, Maret 1973 pasangan ini melangsungkan pernikahan dengan resepsi sederhana di Panti Perwira, Jalan Prapatan, Jakarta Pusat.

Momen itu juga diungkapkan adik ipar Taufiq Kiemas, Guruh Soekarnoputra. Hanya saja, Guruh tak sempat menghadiri pernikahan kakak perempuannya, Megawati, dengan Taufiq Kiemas pada akhir Maret 1973.

"Jadi waktu Mas Taufiq menikah dengan Mbak Mega, saya masih kuliah di negeri Belanda," ungkap Guruh saat dijumpai tim Halo Selebriti yang ditayangkan di SCTV, Senin (10/6/2013).

Adapun di pernikahan keduanya, Megawati telah memiliki dua anak, Mohammad Rizki Pratama (Tamtam) dan Mohammad Prananda (Nanan) dari pernikahannya dengan Surindro Suprijarso. Kendati demikian, Taufiq Kiemas tak pernah membeda-bedakan kasih sayang terhadap mereka. Hingga akhirnya pada 1974, Tuhan menganugerahi pasangan ini seorang putri, yakni Puan Maharani.

"Sejak menikah, aku telah menganggap Tamtam dan Nanan sebagai anak kandungku. Mereka berdua tidak saya beda-bedakan dengan Puan. Kasih sayangku kepada ketiga anakku itu sama," tutur Taufiq Kiemas dalam buku Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam: 70 Tahun Taufiq Kiemas.

Bersamaan dengan kelahiran Puan Maharani, situasi politik Indonesia sedang bergolak. Zaman Orde Baru, pasangan ini kerap mendapat banyak hambatan dan rintangan. Ini mengingat mereka merupakan orang-orang terdekat Presiden Pertama Indonesia Soekarno, bahkan kondisi ekonomi mereka turut dibatasi pada masa itu.

Walau demikian, pasangan Taufiq Kiemas-Megawati bisa melalui segala cobaan tersebut. Megawati bahkan mampu menembus tampuk kekuasaan politik tertinggi sebagai Presiden Kelima RI, dan Taufiq Kiemas menjadi Ketua MPR hingga Tuhan memanggilnya pada Sabtu petang 8 Juni 2013.(Ans)