VIDEO: Kisah Omar Agoes, Cetak Sejarah di Marathon des Sables Hingga Galang Dana untuk Anak Yatim Piatu Indonesia

·Bacaan 2 menit

- "Bila ada niat, dan Anda tidak melakukannya. Hal itu akan menghantui seumur hidup Anda.". Kalimat itu yang membuat seorang Omar Agoes akhirnya mengikut Marathon des Sables, lomba lari yang sering disebut paling berat di dunia. Bagaimana kisahnya?

Omar Agoes, yang merupakan seorang mantan atlet layar, awalnya mengalami banyak keraguan untuk mengikuti Marathon des Sables edisi ke-35, yang digelar pada awal Oktober 2021, dengan jark 250 kilometer yang harus ditempuh dalam waktu 7 hari. Keraguan Omar pada 2017 dan membuatnya sempat tidak melanjutkan pembayaran pendaftaran.

Akhirnya pada 2018, Omar memutuskan untuk mantap dan tanpa ragu lagi mengikuti Marathon des Sables (MDS) 2021. "Kalau kita sudah niat. Niat itu tidak kita jalankan, itu akan menghantui kita.". Kalimat itu muncul dan menjadi pemacu Omar untuk tetap lanjut dengan rencananya mengikuti MDS.

"Jadi saya bicara dengan biksu Budha, yang kebetulan kawan baik saya. Ia bilang 'If you have an intention, and you don't do it, it will haunt you for the rest of your life'," ujar Omar kepada Bola.com pada 26 Oktober 2021.

Keinginan Omar Agoes akhirnya tercapai. Tidak hanya mengikuti Marathon des Sables, tetapi juga menyelesaikannya. MDS edisi ke-35 merupakan yang terberat. Sekitar hanya setengah dari keseluruhan peserta yang berpartisipasi (total 753 orang yang terdaftar) yang bisa menyelesaikan. Pada hari kedua MDS, terdapat satu korban jiwa.

"Waktu saya mengikuti MDS ini ada satu peserta yang meninggal dunia karena serangan jantung. Kondisi (lomba MDS) sangat ekstrem. Di suhu yang setinggi itu (yang bisa mencapai 52 derajat celsius), fisik dan mentak kita betul-betul diuji. Betul-betul (diuji) sampai dengan limitnya," kata Omar.

Dengan menyelesaikan Marathon des Sables, Omar Agoes tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang ikut dan menyelesaikan ultramarathon terberat di dunia tersebut. Namun, tidak hanya itu torehan luar biasanya. Omar juga berhasil membuat 164 orang berpartisipasi dan menyumbang dana dengan jumlah total lebih dari 30 juta rupiah untuk anak-anak Yatim Piatu yang berada dalam pengasuhan di SOS Children’s Villages Indonesia, sebuah organisasi sosial nirlaba non-pemerintah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel