[VIDEO] Korupsi dan Wanita-wanita Cantik

Liputan6.com, Jakarta : Kasus suap impor daging sapi tak hanya melibatkan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq dan orang kepercayaannya. Kasus ini juga menyeret sejumlah perempuan cantik sehingga mereka harus berurusan dengan hukum.

Seorang model majalah dewasa bernama Vitalia Shesya salah satunya. Mendadak nama Vitalia ramai mengisi pemberitaan Tanah Air. Nama yang besar kemungkinan baru terdengar luas sejak kurang dari sepekan lalu.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Vita karena menerima aliran uang dari tersangka kasus suap impor daging sapi Ahmad Fathanah. Selain Fathanah dan Luthfi, 2 tersangka lain yaitu Direksi PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi.

Tak tanggung-tanggung Fathanah membanjiri Vita dengan hadiah serba wah. Hadiah itu pun lalu disita KPK antara lain mobil sedan Honda Jazz dan arloji mewah seharga Rp 70 juta.

Vita bukan satu-satunya perempuan di kasus ini. Saat ditangkap di sebuah hotel di Jakarta pada Selasa 29 Januari lalu, Fathanah kedapatan bersama Maharani Suciono. Mahasiswi itu diberi uang Rp 10 juta.

Artis Ayu Azhari pun sempat kecipratan uang dari Fathanah. Seperti diakuinya sendiri usai diperiksa KPK pada Rabu 1 Mei lalu, Ayu diberi Fathanah uang Rp 20 juta dan US$ 1.800 sebagai imbalan untuk mengisi sebuah acara PKS yang ternyata tak pernah digelar. Ayu kemudian menyerahkan uang itu kepada KPK.

Fathanah juga bermurah hati pada seorang perempuan lain bernama Tri Kurnia Puspita.

Dia menghadiahi penyanyi dangdut itu setidaknya sebuah mobil Honda Freed serta gelang merek hermes dan arloji rolex yang harganya puluhan juta rupiah. Ironisnya Tri Kurnia Puspita adalah sahabat istri ketiga Fathanah, Septi Sanustika.

Bagaimana tanggapan masyarakat "Wanita bisa berperan serta dalam kasus korupsi ini karena dia sebagai pemikat," ucap Hary, seorang karyawan di kawasan Jakarta Selatan, dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Sabtu (11/5/2013).

Setali tiga uang dengan Liza, seorang karyawati. "Kalau cowok sudah banyak duit ya siapapun bisa dia pakai. Lifestyle di kota besar berbeda sekali jadi apapun mereka mau lakukan," ujar perempuan berkerudung itu.

Menurut Andina, seorang karyawati, di zaman sekarang perempuan mana yang tidak mau uang. "Limpahan harta bagi mereka yang punya uang banyak bisa membeli perempuan-perempuan seperti itu," kata perempuan berambut panjang ini.

Perempuan cantik dalam pusaran kasus korupsi bukan hanya terjadi pada kasus dugaan korupsi impor daging sapi. Terjadi pula pada kasus korupsi proyek simulator pembuatan SIM Mabes Polri. Dalam kasus ini juga menyeret nama sejumlah perempuan yang dekat dengan tersangka utamanya, mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Djoko Susilo (DS).

Tapi bedanya, para perempuan yang terseret dalam kasus simulator SIM adalah istri-istri tersangka. DS mengatasnamakan hartanya yang tersebar di berbagai daerah dan bernilai mencengangkan itu dengan nama istri-istrinya. KPK menyebut perbuatan sang jenderal polisi itu sebagai tindak pidana pencucian uang. (TPPU).

Mereka adalah Mahdiana, istri kedua DS. Dia memiliki sebuah salon kecantikan elite di kawasan Pasar Minggu, Jaksel. Ada pula Dipta Anindita, Putri Solo 2008 yang menjadi istri ketiga DS. KPK menyita 3 rumah milik DS di Yogyakarta dan Solo, salah satunya rumah yang dihuni Dipta.

Motif asmara bisa jadi yang membuat para tersangka koruptor bermurah hati memberi perempuan-perempuan cantik harta. Namun tidak mustahil juga kan bila para perempuan itu hanya dimanfaatkan untuk mencuci uang hasil korupsi (Ais)