VIDEO: Legenda Manchester United, Ryan Giggs Mengaku Tidak Bersalah atas Tuduhan Kekerasan dari Mantan Pacarnya

·Bacaan 1 menit

Legenda Manchester United, Ryan Giggs sudah memberikan keterangan terkait kasus kekerasan yang didakwakan kepadanya di Pengadilan Megistrate's, Manchester, Rabu (28/4/21).

Selama 13 menit ia memberikan keterangan terkait kasus kekerasan antara dirinya dengan mantan pacarnya, Kate Greville dan beberapa dakwaan lainnya. Ryan Giggs sendiri mengaku bahwa dirinya tidak bersalah atas tuduhan tersebut dan berharap untuk membersihkan namanya.

"Saya sangat menghormati proses hukum dan memahami keseriusan tuduhan tersebut," kata Giggs. "Saya akan mengaku tidak bersalah di pengadilan dan berharap untuk membersihkan nama saya."

"Saya ingin mendoakan Robert Page, staf pelatih, para pemain dan pendukung setiap sukses di Piala Eropa musim panas ini," ujarnya melanjutkan terkait posisinya sebagai pelatih kepala Timnas Wales.

Adapun tuduhan penyerangan tersebut terkait dengan insiden pada 1 November tahun lalu, yang diketahui telah terjadi di rumah Ryan Giggs di Worsley dekat Salford.

Sedikitnya ada tiga dakwaan terhadap Giggs. Yang pertama adalah berulang kali atau terus menerus melakukan perilaku yang mengontrol atau memaksa, yang mana menyalahi pasal 76 (1) dan (11) dari Undang-Undang Kejahatan Berat 2015.

Berikutnya adalah penyerangan atau penganiayaan yang menyebabkan cedera parah. Giggs berhadapan dengan pasal 47 dari Offenses Against the Person Act 1861.

Lalu yang ketiga, penyerangan dengan pemukulan, bertentangan dengan pasal 39 Undang-Undang Peradilan Pidana 1988. Ini terkait dengan perempuan kedua, yang usianya masih 20-an. Satu korban adalah Kate Greville, mantan kekasih Ryan Giggs yang kabarnya telah dikencani saat eks pemain Timnas Wales itu masih sah menjadi suami Stacey.

Legenda Manchester United itu sendiri sudah dinyatakan dipecat oleh timnas Wales dan posisinya kini digantikan oleh Robert Page yang sebelumnya adalah asisten dari Ryan Giggs di timnas Wales.