VIDEO: Lengkapi BAP Raffi Ahmad, Hotma Sitompul Bawa Ahli Narkoba

Liputan6.com, Jakarta : Kasus narkoba yang membelit Raffi Ahmad kian mendulang pelik. Usai Raffi dipindah ke panti rehabilitasi di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat, Hotma Sitompul selaku pengacara Raffi, pun mendatangi Gedung Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, dengan membawa seorang dokter ahli farmasi dan narkoba.

Dokter Fardinan Rabain dibawa Hotma Sitompul ke BNN untuk melengkapi BAP (berita acara pemeriksaan) kasus narkoba yang menjadikan Raffi Ahmad sebagai tersangka. Menurut Fardinan, Raffi tak perlu direhab.

"Orang-orang yang didetok adalah orang-orang yang sudah mempunyai tingkat kecanduan dan ketergantungan pada narkoba. Sudah ada gejala ketergantungan fisik yang jelas. Dan itu harus diperiksa dengan asesmen yang jelas, baru orang itu boleh didetok," jelas Fardinan di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (21/2/2013) malam.

"Kalau masih tingkat rekreasional, habituasi, tingkat penggunaan abused itu belum perlu didetok, karena belum ada ketergantungan secara fisik. Dia juga belum perlu direhab. Karena belum ada dampak negatif yang signifikan terhadap diri pemakai," sambung Fardinan.

Namun sayangnya, Fardinan belum bertemu langsung dengan Raffi. Ia pun belum bisa menyimpulkan apakah Raffi seorang pemakai atau pecandu.

"Untuk menentukan seseorang ketergantungan itu ada enam tingkat, yakni aptimen, eksperimen, rekreasional use atau sosial use seperti yang didakwakan kepada Raffi, tingkat habituasi, penyalahgunaan narkoba dan tingkat ketergantungan atau kecanduan," jelas Fardinan.

"Saya juga belum bisa bilang ada kekeliruan. Karena sampai saat ini saya belum bertemu Raffi, dan saya belum pernah menanganinya. Jadi, saya belum bisa menyimpulkan," ujarnya.(HotShot/FEI/ANS)