VIDEO: Pasar Tanpa Uang, Cara Berbagi Saat Pandemi COVID-19 di Probolinggo

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok pemuda di Probolinggo, Jawa Timur, punya cara sendiri untuk bisa berbagi dengan warga di tengah pandemi COVID-19.

Mereka membuka lapak di pinggir jalan, lalu menjual sejumlah barang bekas dan baru. Uniknya, semua pembeli bebas memilih barang dagangan itu, tanpa harus membayar sepeser pun alias gratis. Berikut informasinya untuk Anda pada Liputan6, 6 November 2020.

Pasar Tanpa Uang, begitulah bunyi spanduk di tempat sekelompok anak muda yang tengah berjualan barang bekas dan baru. Di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, sejumlah barang seperti baju bekas layak pakai, kain, jilbab, tas, sembako, hand sanitizer, hingga masker, dipajang di atas sebuah terpal, di tepi jalan.

Masing-masing barang yang dipajang, punya harga dan pemilik, meski masih dalam satu lapak jualan. Namun para pembeli tak harus mengeluarkan uang sepeser pun alias gratis. Mereka tinggal mencari dan memilih barang yang disuka, lalu memberitahukannya kepada pedagang pemilik barang.

Pembelian dibatasi, sehingga pembeli tidak dapat memborong semua barang dagangan. Ide pasar tanpa uang, sebagai salah satu bentuk kepedulian, akibat dampak pandemi COVID-19. Barang yang dijual didapat dari sejumlah donatur, yang tergabung di media sosial. Salah satu pembeli mengaku datang, karena membutuhkan hand sanitizer, masker, dan sembako.

"Gratis 100 persen, barang-barangnya didapat dari donasi temen-temen, dari temen-temen di pasar tanpa uang di regional daerah-daerah lainnya," ujar Arif, Penyelenggara Pasar Tanpa Uang.

Terdapat belasan jenis dagangan dengan jumlah mencapai 200 buah lebih. Seluruh barang dagangan ludes dalam waktu hanya beberapa jam, sejak dibuka pagi hari.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.