VIDEO: Paslon Cawali Kota Surabaya Banjir Dukungan Warga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kedua pasangan calon Wali Kota Surabaya, terus meraih dukungan dari berbagai pihak, paslon nomor urut 1, yang diusung partai PDI Perjuangan, Eri Cahyadi-Armudji, mendapat tambahan kekuatan banteng lawas atau kader PDI senior, yakni Saleh Ismail Mukadar dan Bambang DH.

Sementara itu, paslon wali kota dan wakil wali kota nomor urut 2, Machfud Arifin-Mujiaman, mendapatkan dukungan dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat atau LPM Suramadu. Berikut dilansir pada Liputan6, 5 November 2020.

Setelah 10 tahun tak terlibat dalam pentas politik di Surabaya, kader senior atau kader lawas PDI Perjuangan, Saleh Ismail Mukadar, Bambang Dwi Hartono, dan Suriyad, kembali turun gunung mendukung pasangan Eri Cahyadi-Armudji.

Dukungan kepada paslon nomor urut 1 ini, untuk mendongkrak suara kemenangan, juga untuk menjaga kesolidan dan keharmonisan dalam memenangkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut.

"Ini adalah kumpulan banteng-banteng lawas yang dibawahnya Bang Saleh Mukadar, yang memberikan dukungan, itu menjadi penguat bagi kita, saya dan Pak Armudji, karena Bang Saleh buat saya adalah guru, juga adalah orang tua, juga adalah senior, sehingga saya yakin dengan kumpulan dari banteng-banteng lawas, Insya Allah PDI Perjuangan menjadi lebih solid untuk memenangkan Pilkada, dengan kesolidan ini, pada 9 Desember kita akan jadi yang terbaik,” tutur Eri Cahyadi, Cawalkot Surabaya Nomor Urut 1.

Sementara itu, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Nomor Urut 2, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman, menerima dukungan dari warga di Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Dukungan disampaikan saat Machfud Arifin bersama Gus Miftah, mendatangi Kampung Gundih, yang disambut antusias ribuan warga.

Selain warga Kampung Gundih, dukungan suara juga diberikan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Suramadu untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 2 tersebut.

"Kayak LPM Suramadu ini hebat, nanti yang paling penting harapan saya ke depan, pada saat pelaksanaan pencoblosan itu, diawasi betul, perhitungan suaranya dari perolehan orang yang hadir di TPS dimonitor, yang belum hadir diharapkan untuk ke TPS, dan kemudian setelah itu pasca perhitungan yang harus diawasi, penghitungannya diikuti betul,” terang Machfud Arifin, Cawalkot Surabaya Nomor Urut 2.

Sesuai jadwal dari KPU Kota Surabaya, Pilwali akan dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020. Siapa pun pasangan calon kepala daerah yang akan menggantikan Tri Rismaharini, diharapkan bisa membawa Kota Pahlawan lebih baik lagi.