VIDEO: Pelajar SMP Hanyut Terseret Arus Kali Lamong Ditemukan Meninggal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pelajar SMP yang hanyut terseret arus deras Kali Lamong, akhirnya ditemukan tewas, sejauh 1 kilometer dari lokasi kejadian. Petugas gabungan dari Satpolair Polres Gresik, BPBD, Tim SAR, dan nelayan, sempat kesulitan dalam proses pencarian korban, akibat terkendala derasnya arus Kali Lamong, yang juga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Gresik.

Alvareno Eka Aditya, pelajar SMP berusia 12 tahun ini, ditemukan nelayan mengambang di pinggir sungai, dekat dengan muara Kali Lamong, atau sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian. Korban dievakuasi menggunkan perahu karet, untuk dibawa ke rumah duka di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Gresik.

Sebelumnya, korban mandi bersama teman-temannya di aliran Kali Lamong, tak jauh dari rumahnya. Derasnya arus Kali Lamong, membuat korban hanyut dan terseret arus semakin jauh, meski teman-temannya berusaha menolongnya.

"Kejadian banjir ini tiap tahun, selalu memakan korban, makanya saya mengharap banget kepada pemerintah, sebagai pemangku atau penanggung jawab terkait dengan persoalan ini, harus sesegera mungkin, bencana Kali Lamong ini harus selesai, penanggulangan banjir ini harus diselesaikan, itu harapan kami dan warga Sukorejo, mungkin seluruh warga masyarakat Gresik,” ungkap Fathkurohman, Kepala Desa Sukorejo, seperti dilansir dari Fokus, 17 Desember 2020.

Sementara itu, warga korban banjir luapan Kali Lamong, yang berada di Desa Guranganyar dan Gurang Kulon, Kecamatan Cerme, Gresik, diungsikan ke sejumlah lokasi aman. Para korban yang kebanyakan ibu-ibu dan anak-anak, ditampung di rumah perangkat desa, warga lain, atau gedung sekolah yang tidak tergenang banjir.

Warga menyebut banjir luapan Kali Lamong saat ini, lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Bahkan di beberapa lokasi, rumah warga terendam air hingga 1,5 meter.

Pihak desa mengupayakan kebutuhan logistik bagi warga korban banjir selama dalam penampungan, dan berencana membuat dapur umum. Mereka berharap pemerintah segera merealisasikan penanggulangan Kali Lamong, agar banjir rutin tahunan ini tidak terjadi lagi.