Video penangkapan pria kulit hitam picu kemarahan, NYPD selidiki

NEW YORK (AP) - Video yang memperlihatkan para petugas polisi Kota New York menangkap seorang pria kulit hitam muda memicu kemarahan dan menimbulkan pertanyaan seputar seberapa besar kekuatan yang digunakan guna melakukan penangkapan di sebuah kota di mana ketidakpercayaan terhadap polisi tetap tinggi lebih dari lima tahun setelah kematian Eric Garner akibat dipiting seorang petugas polisi.

Fitzroy Gayle (20) memohon bantuan dalam video itu, yang direkam oleh seorang wanita yang kemudian mencuitnya, ketika beberapa petugas membantingnya sampai menyerah pada Rabu malam di sebuah trotoar di Brooklyn. Ketika Gayle bertanya kepada seorang petugas berpakaian preman mengapa dia dihentikan, petugas itu sepertinya tak menjawab sebelum petugas berseragam menyerbu masuk.

Komisaris Polisi Dermot Shea mengatakan pada Kamis dia memerintahkan sebuah penyelidikan internal.

"Ini menyakitkan untuk ditonton," cuit Walikota Bill de Blasio. “Kami masih perlu mendapatkan semua fakta tentang kasus ini dan penyelidikan penuh sedang dilakukan, tapi saya tidak menyukai apa yang saya lihat. Itu tak mencerminkan apa yang kita bangun di New York City."

Serikat polisi terbesar di kota itu merespons di Twitter, menyebut pernyataan de Blasio "retorika anti-polisi" dan menuduhnya "memanas-manasi situasi" dengan buru-buru menghakimi.

Pria dalam video itu melarikan diri dari petugas yang mendekatinya dan seorang pria lain ketika mereka menghisap ganja di sebuah taman sekitar pukul 7 malam, kata Shea. Para petugas menanggapi peringatan otomatis terhadap tembakan, kata Shea. Kedua pria itu kemudian ditangkap, tetapi tidak ada indikasi mereka terkait dengan tembakan, kata dia.

Gayle ditangkap dan didakwa menolak penangkapan, melawan petugas dan kepemilikan ganja. Orang kedua, yang belum diidentifikasi oleh polisi, sudah diimbau untuk menyerahkan diri. Episode ini sedang dalam tinjauan internal.

Shea mengatakan ada "beberapa titik yang mengganggu" pada video tersebut.

Salah satu petugas terlihat berdiri di pergelangan kaki pria itu, katanya, memberi penjelasan yang mungkin menjadi alasan mengapa Gayle berteriak saat dilumpuhkan.

Foto-foto Gayle yang diambil setelah penangkapan menunjukkan lecet pada lututnya tetapi tidak ada luka pasti pada wajah atau tubuh bagian atasnya, kata komisioner.

"Bagian akhir yang membuat saya khawatir," kata Shea.

Bagian paling jelas terlihat petugas mendekati pria itu diikuti dengan "diskusi dan jangan lari" dari polisi, kata dia. "Tidak ada perlawanan fisik sama sekali. Tidak perlu ditangkap. "

Pengacara Gayle, Sanford Rubenstein, mengatakan video menunjukkan “bahwa era stop and frisk (berhenti dan geledah) belum hilang di New York City. Petugas polisi yang terlibat dalam serangan brutal ini harus diadili."

Pendeta Kevin McCall, seorang aktivis hak-hak sipil di Brooklyn, mengatakan keluarga Gayle menyeru Jaksa Distrik Eric Gonzalez untuk menggelar penyelidikannya sendiri terhadap perilaku para petugas itu. McCall juga mengatakan Shea harus menskors para petugas.

Penangkapan itu dilakukan menyusul peringatan baru mengenai berhenti, tanya dan geledah, sebuah strategi kepolisian yang pernah didukung oleh mantan Walikota Mike Bloomberg, yang menyatakan penyesalannya atas penggunaan secara berlebihan taktik ini ketika dia maju mencalonkan diri dan kemudian mundur pda pencalonan presiden dari Partai Demokrat.

Puncaknya, berhenti dan geledah, mengakibatkan jutaan polisi menghentikan warga kulit hitam dan Hispanik kota New York. Seorang hakim federal memvonis praktik itu tidak konstitusional pada 2012, dan kota itu secara drastis mengurangi penggunaannya dalam tahun berikutnya.

Data yang dirilis bulan lalu menunjukkan peristiwa tersebut naik 22% tahun lalu. Petugas NYPD melakukan 13.459 prosedur berhenti dan geledah ini pada 2019, naik dari 11.008 pada 2018. Warga kulit hitam dan warga kulit putih Hispanik merupakan 88% dari mereka yang dihentikan dan 90% dari mereka digeledah, dan 88% dari mereka dilumpuhkan dengan kekuatan, menurut analisis New York Civil Liberties Union. Organisasi ini mengatakan data tidak menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas berhenti dan geledah.

Sekitar 66% dari yang dihentikan pada 2019 tidak berujung penangkapan atau pemanggilan.

Klip video penangkapan Rabu malam itu sudah ditonton atau dibagikan jutaan kali di Twitter dan merupakan episode terbaru dalam beberapa bulan terakhir yang memicu kemarahan atas anggapan penggunaan berlebihan kekuatan atau penangkapan yang tidak pantas oleh polisi.

Pada Oktober, video pejalan kaki menunjukkan seorang perwira polisi kulit putih meninju seorang remaja berkulit hitam dalam perkelahian di peron kereta bawah tanah Brooklyn, yang memicu ratusan orang berunjuk rasa.

Beberapa pekan kemudian, para petugas dituduh menodongkan senjatanya kepada sekelompok kulit hitam yang merayakan Halloween di Brooklyn dan menahan tiga dari mereka selama beberapa jam. Pada November, petugas menahan dua wanita karena menjual churro tanpa izin di stasiun kereta bawah tanah, yang memicu reaksi di media sosial setelah video mengenai salah satu kejadian itu menjadi viral.

___

Aaron Morrison adalah anggota tim Ras dan Etnis AP. Ikuti dia di Twitter dalam https://twitter.com/aaronlmorrison.