VIDEO: Pengidap Autoimun Tidak Boleh Divaksin? Ini Penjelasan Dokter

·Bacaan 1 menit

VIVA – Vaksin pada dasarnya bekerja dengan mendorong respons kekebalan tubuh. Ketika divaksinasi, zat di dalam virus akan membuat sistem kekebalan tubuh merespons, membangun perlawanan, dan menandai penyakit tersebut.

Apabila di masa depan virus atau bakteri mencoba menginfeksi, sel kekebalan tubuh sudah memiliki ingatan untuk melawan dan membunuh penyakit tersebut. Risiko mengalami gejala yang parah atau bahkan kematian pun kelak bisa dihindari.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, mengatakan pada dasarnya sebelum divaksinasi akan di-screening dulu.

"Untuk saat ini ada tiga vaksin yaitu Sinovac, Astrazaneca dan Sinopharm yang digunakan. Memang diantara ketiga itu, vaksin Astrazaneca harus berhati-hati digunakan untuk yang memiliki riwayat pembekuan darah, kalau yang lain screening yang sama," kata dokter Dirga Sakti.

Lalu apakah vaksin ini boleh digunakan bagi pasien autoimun? Tonton video selengkapnya di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel