VIDEO: Petani di Gresik Berburu Ribuan Hama Tikus Jelang Musim Tanam Padi

Liputan6.com, Jakarta - Resah dengan hama tikus yang mewabah, puluhan petani di Gresik, Jawa Timur, berburu hama tikus secara tradisional. Meski hanya menggunakan pentungan kayu, namun, petani berhasil menangkap puluhan ribu ekor hama tikus. Menariknya, hasil tangkapan petani kemudian dibeli pihak desa, Rp 2000 per ekor.

Perburuan hama tikus sengaja dilakukan untuk menyambut musim tanam, agar hasil panen lebih baik. Sebelum melakukan perburuan tikus, puluhan petani, Desa Pacuh, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik ini berkumpul di Balai Desa setempat. Usai diberi pengarahan oleh Camat Balongpanggang, petani kemudian ramai-ramai menuju lahan pertanian.

Perburuan hama tikus dilakukan secara tradisional, yakni pentungan kayu. Tidak hanya orang tua, anak-anak juga tampak antusias saat berburu. Tikus yang muncul dari dalam lubang langsung diburu dan dipukuli ramai-ramai, kemudian dimasukkan karung. Berikut seperti ditayangkan pada Fokus, 18 November 2019.

Selama 3 jam berburu, petani berhasil mengumpulkan lebih dari 20 ribu ekor tikus. Menariknya, tikus hasil buruan petani dibeli oleh pihak desa, Rp 1.000 - Rp 2.000 per ekor. Perburuan tikus secara massal, sudah berlangsung selama 3 hari. Lantaran jelang musim tanam tiba, semua lahan milik petani di 21 desa di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik diserang hama tikus.

Perburuan sengaja dilakukan malam hari, karena tikus biasanya keluar dari persembunyiannya. Pihak desa sengaja membeli tikus hasil tangkapan petani, agar petani bersemangat saat berburu.

Usai dikumpulkan dan dibeli pihak desa, puluhan ribu ekor hama tikus, kemudian dibuang dengan cara dikubur. Perburuan tikus akan digelar setiap hari, hingga hama tikus berkurang, sehingga petani lebih tenang saat musim tanam.