VIDEO: Petani di Malang Berinovasi Tanam Bawang Pakai Bijinya

Liputan6.com, Jakarta - Sering anjloknya harga bawang merah di pasaran, membuat petani merugi, sebab hasil panen tak sesuai biaya operasional. Nah, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, sekelompok petani membuat inovasi pertanian, dengan menanam benih bawang berupa bijinya, yang dilakukan saat bukan musim tanam bawang.

Hasilnya, selain biaya operasional lebih murah, hasil panen bisa terserap maksimal di pasaran. Berikut kita simak videonya pada Fokus, 7 November 2019, inovasi ini dilakukan Kelompok Tani Karya Bakti I (Subur Makmur), di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Jika selama ini mereka menanam bawang dengan umbi, menghabiskan dana Rp 45 juta per hektar. Sedangkan jika menggunakan biji, biaya bisa dipangkas hingga menjadi Rp 10 juta setiap hektar.

Dengan sistem tanam ini, setiap biji dapat berkembang menjadi 5 hingga 10 pohon bawang, dan saat panen bisa mencapai hasil 20 ton, dalam satu hektar lahan. Sedangkan saat menggunakan bibit umbi, hanya berkembang menjadi 2 hingga 5 pohon, dan saat panen hasilnya maksimal 18 ton.

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pertanian Jawa Timur, Chendy Tafakresnanto mengatakan, teknik menanam bawang seperti itu sangat efektif. Apalagi sistem menanamnya pun terbilang unik, yaitu menanam di saat bukan musimnya.

Dengan demikian, hasil panen bisa diserap maksimal oleh pasar, sebab jumlah bawang merah yang beredar di pasaran juga sedikit. Kondisi itu, diharapkan bisa menekan angka inflasi.

Para petani merasa sangat diuntungkan dengan sistem ini. Apalagi mereka mendapat pendampingan dari BPPT Pertanian. Dengan sistem ini, diharapkan panen mereka bisa bagus, dan hasilnya terserap maksimal di pasaran, sehingga tidak merugi.