VIDEO: Razia Balap Liar di Jember, Polisi Jaring 85 Motor Tanpa Dokumen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Jember mengadakan razia balap liar pada Sabtu, 14 November 2020. Polisi menyita 85 motor, sebagian besar dari motor ini tidak sesuai standar dan tidak dilengkapi surat kelengkapan kendaraan.

Polisi memanggil orangtua atau guru para pengendara balap liar untuk dilakukan pembinaan, karena rata-rata pemilik motor masih usia remaja dan pelajar, lalu pemilik motor bisa mengambil motor apabila melengkapi bagian motor yang dicopot serta menunjukkan dokumen kelengkapannya. Berikut dilansir pada Liputan6, 16 November 2020.

Inilah sederetan barang bukti yang disita Kepolisian Resor Jember, saat membubarkan ajang balap liar, di Jalan Raya Gajah Mada. Tidak tanggung-tanggung, 85 unit motor disita dari tangan para pembalap liar, yang sebagian besar kondisinya tidak standar dan tanpa dilengkapi surat kelengkapan kendaraan.

Hingga Sabtu sore, barang bukti motor masih berada di Kantor Satlantas Polres Jember. Pemilik motor bisa mengambil kembali setelah melengkapi bagian motor yang dicopot, serta menunjukkan dokumen kelengkapannya. Polisi juga memanggil orang tua atau guru para pembalap liar untuk pembinaan. Sebab rata-rata pemiliknya masih berusia remaja dan pelajar.

"Jumlah pelanggar, 85 kendaraan disita, diamankan, sehingga kita berharap dengan adanya tindakan ini tidak ada lagi balap liar, dan ini tetap kita lakukan secara terus-menerus, supaya rekan-rekan, adik-adik kita ini tidak melaksanakan balap liar, di samping itu juga kita kondisikan semua cipta kondisi, pada tahapan pilkada ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar Kompol Agus Supariono, Kabagops Polres Jember.

Sebelumnya razia balap liar digelar Sabtu malam dan berlangsung hingga Subuh. Razia diwarnai aksi menegangkan, saat puluhan pembalap liar melarikan diri dengan menerobos barikade polisi. Dan kabur ke gang-gang sempit, serta ke areal persawahan.

Hingga puluhan di antaranya ditangkap, lantaran terjebak lumpur, razia balap motor liar ini digelar untuk menciptakan kondisi aman, menjelang berlangsungnya pilkada serentak di Kabupaten Jember, serta tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.