Video Santoso Teroris Poso Beredar Lagi

TEMPO.CO, Poso - Upaya Markas Besar Polri untuk memblokir video Youtube gembong teroris Poso, Sulawesi Tengah, Santoso alias Abu Wardah alias Komandan belum sepenuhnya berhasil.

Video berjudul Muhahideen of East Indonesia presents ‘A Risaalah For The Muslims in Poso’ urging Jihad against the evil Densus 88’ yang diunggah sejak 10 Juli 2013, sampai sekarang masih bisa dilihat. Durasi video ini 6 menit 3 detik. Video yang sama diunggah pada 6 Juli 2013 dan sempat diblokir oleh polisi. 

Video itu hingga Jumat, 6 September 2013 pukul 14.00 wita sudah dilihat 32.917 pengunjung.

Sebelum kemunculan video Santoso, pada 8 Juli 2013 juga muncul tayangan di situs serupa yang berisi ajakan kepada umat Islam agar berjihad di Poso, Sulawesi Tengah.

Video tersebut diunggah dari ponsel Android dengan lama durasi selama 3 menit 53 detik. Video berjudul "Poso Memanggilmu" persembahan Mujahidin Indonesia Timur ini memperdengarkan seruan jihad. Sementara di bagian lain memperdengarkan Nasyid, syair lagu.

Kepala Bidang Humas Polisi Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Soemarno, yang dihubungi Tempo, Jumat 6 September 2013, mengaku sudah mengetahui dan melihat video Santoso itu. »Sudah kita lihat, dan kami sementara buat laporan ke Mabes untuk ditindaklanjuti. Sebab yang berwenang (memblokir) Mabes,”ujarnya.

Soemarno mengatakan, polisi saat ini tengah memburu kelompok teroris Santoso yang diketahui masih bersembunyi di hutan Gunung Koroncopu, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Poso, Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, Markas Besar Polri pernah memblokir video Youtube gembong teroris Poso, Sulawesi Tengah, Santoso alias Abu Wardah alias Komandan. "Kami putus supaya masyarakat tidak disuguhi yang seperti itu," kata Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, di kantor Kepresidenan, Jakarta, pada Juli lalu.

 

AMAR BURASE

Terhangat:

Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Jalan Soeharto

Berita Terkait:

Penangguhan Penahanan Dikabulkan, @benhan Bebas

Tak Hanya @benhan, Ini 'Korban' UU ITE

Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok

Rame-rame Dukung @benhan Lewat #FreeBenhan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.