VIDEO: Sempat Mati Suri, Perajin Songkok Anak di Gresik Berinovasi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Usaha kerajinan songkok tradisional di Gresik, Jawa Timur kembali bergairah, setelah sempat mati suri beberapa bulan, akibat pandemi COVID-19.

Dengan kreativitas dan inovasi produk, serta memanfaatkan teknologi digital, seperti berjualan secara daring, mereka berusaha bangkit, dan kembali eksis di tengah pandemi. Berikut simak videonya pada Liputan6, 29 Oktober 2020.

Salah satu perajin songkok tradisional yakni, Muhammad Jefri, yang memproduksi songkok di Jalan Sindujoyo, Kecamatan Gresik Kota, Kabupaten Gresik.

Pandemi COVID-19, mengakibatkan usaha pembuatan songkok tradisional miliknya, sempat mengalami mati suri. Dirinya terpaksa meliburkan pegawai selama hampir tiga bulan.

Produksi songkok menumpuk di gudang, tidak terserap pasar, karena pelanggan, membatalkan pesanan. Mengantisipasi kerugian lebih besar, perajin songkok tradisional melakukan beragam inovasi produk, dan memanfaatkan teknologi digital, di antaranya berjualaan secara daring.

Agar songkok yang diproduksinya berbeda dari yang lain, Jefri menambahkan lampu emitting diode, led, pada karakter songkok lukis, sehingga terlihat menyala.

Songkok-songkok yang tadinya polos, diberi gambar karakter, seperti kartun, masjid, robot, dan mobil. Berkat kreativitasnya, secara perlahan, roda usaha kembali bergairah, dan omset penjualan terus meningkat, hingga mencapai 60 kodi per bulan.

"Untuk inovasi produknya, kita mengeluarkan peci anak led, jadi peci kombinasi sama lampu, biar si anak tadi untuk memakainya semakin suka, temanya itu ada lukisan handmade, setelah itu ada kombinasi sama lampu led-nya, gambarnya ada karakter, masjid, mobil, robot," papar Muhammad Jefri, Perajin Songkok di Gresik.

Pelanggan yang ingin memesan produk, tidak perlu lagi berbelanja ke pasar, maupun mal, karena bisa memesan secara daring. Harga songkok lukis dengan cahaya lampu led menarik ini, dijual dengan harga Rp 60.000 per buah.