VIDEO: Siswa SMAN 1 Glagah Banyuwangi Kenakan Baju Bebas Saat Sekolah Tatap Muka

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Uji coba pembelajaran tatap muka digelar di Banyuwangi, Jawa Timur hingga sepekan ke depan. Di SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, proses uji coba pembelajaran digelar terbatas.

Hanya diikuti oleh 8 hingga 10 anak setiap kelasnya. Pihak sekolah tak mewajibkan siswanya memakai seragam sekolah, agar mereka lebih rileks mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas.

Setelah hampir setahun proses pembelajaran secara daring, Dinas Pendidikan Banyuwangi, menggelar uji coba pembelajaran secara tatap muka di sekolah.

Uji coba dimulai hingga sepekan mendatang di 14 SMA dan SMK. Proses pembelajaran langsung ini digelar di sekolah yang wilayahnya tergolong rendah dari penularan COVID-19. Salah satunya digelar di SMAN 1 Glagah, yang ada di Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Namun, protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat, sebelum memasuki kelas, siswa-siswi wajib mencuci tangan di tempat yang disediakan di depan kelas masing-masing. Baik murid maupun guru yang mengajar wajib mengenakan masker. Namun setiap kelas, hanya boleh diikuti 8 hingga 10 siswa secara bergantian, dengan pengaturan jadwal masuk.

Para siswa mengaku senang, bisa kembali bertemu dengan teman, dan guru setelah hampir setahun ini belajar di rumah secara daring. Pihak sekolah juga tak mewajibkan para siswa memakai seragam sekolah, agar mereka lebih rileks mengikuti proses belajar mengajar. Berikut dilansir pada Liputan6, 5 November 2020.

"Kalau daring kita mungkin ketemunya lewat zoom, trus kadang ya ngejelasinnya ndak semaksimal kaya tatap muka, harapannya ke depannya, semoga bisa tetep tatap muka," harap Safrina Arsi Yunita, Siswi SMAN 1 Glagah Banyuwangi.

Sementara itu Sucahyo Pinardi, Waka Humas SMAN 1 Glagah mengatakan, per kelas hanya ada 8 sampai 9 anak.

"Anak-anak tidak mengenakan seragam agar jauh lebih tidak formal, karena dalam masa uji coba, Alkhamdulillah, anak-anak antusias mengikuti PBM, rata-rata ketika anak ditanya, enakan luring, tatap muka daripada daring," ujar dia.

Pihak sekolah dan Satgas Penanganan COVID-19 akan terus memantau dan evaluasi, jika nantinya uji coba sekolah tatap muka ini, berjalan dengan baik dan bisa menerapkan protokol kesehatan. Maka sekolah lain akan diizinkan menggelar sekolah tatap muka.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.