Video Syur Menyebar di Tulungagung, Ulah Anak

TRIBUNNEWS.COM,TULUNGAGUNG-  Sebuah video syur menyebar di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur karena seorang anak yang kesal dengan ulah ayahnya dalam video tersebut.

Video tidak senonoh antara dua insan tersebut mulai menyebar sejak seminggu lalu.

Wajah para pelakunya pun sangat jelas, Sakim (28) dan Astutik (22), dua warga setempat.

Menurut Kepala Desa Kalibatur, Widodo, kedua orang tersebut sudah disidang oleh perangkat desa dan mengakui jika video tersebut memang mereka.

"Tidak lama setelah video tersebut beredar, kami langung menyidangkan keduanya. Mereka juga sudah mengaku bersalah," terangnya, Selasa (17/7/2012).

Widodo menceritakan, tersebarnya video tersebut bermula dari seorang anak Sakim yang memainkan ponsel bapaknya, yang tergeletak di meja. Saat membuka-buka ponsel tersebut, ditemukan sebuah file video. Saat diputar, ternyata adegan Sakim yang bercinta dengan Astuti.

Merasa dendam dengan ulah bapaknya, bocah kelas VII SMP tersebut mengundang teman-temannya. Tidak hanya melihat video tersebut bersama-sama, video tersebut juga disebar dengan fasilitas bluetooth. Dari anak-anak sekolah tersebut, video terus menyebar luas di antara warga.

"Tragisnya, malah anak-anak yang melihat pertama kali dan menyebarkannya. Lalu video tersebut semakin menyebar lewat bluetooth," ujarnya.

Sakim selama ini memang ditinggal istrinya bekerja di Taiwan. Sementara Astutik pun sudah mempunyai satu anak. Akibat video memalukan ini, suami Astutik, Samsul (25) menjadi stress dan sulit diajak omong. Sementara perkara ini telah diselesaikan secara adat.

Tiga hari lalu, keduanya disidang dan menyatakan siap menerima hukuman dari desa. Sakim dan Astutik harus melakukan pembetonan jalan desa sepanjang 500 meter.
Hukuman tersebut sudah jamak dilakukan bagi warga yang melakukan tindakan asusila.

"Sudah ada surat pernyataan mereka sanggup membeton jalan spanjang 500 meter. Hari ini sudah datang 5 truk pasir dan 20 sak semen," pungkas Widodo.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.