VIDEO: Tanggapan UEFA Soal Polemik Liga Super Eropa

·Bacaan 2 menit

Baru-baru ini, dunia sepak bola dibuat gempar dengan kabar soal pagelaran Liga Super Eropa. Gagasan ini mengundang polemik dan telah ditentang dari banyak kalangan. Termasuk UEFA yang menolak usulan tersebut.

Liga Super Eropa sendiri adalah ide yang telah lama dicanangkan. Kompetisi tersebut rencananya akan diikuti oleh sejumlah klub papan atas Eropa dan para Senin (19/4/2021) dini hari tadi, 12 tim menyatakan keikutsertaannya dalam ajang tersebut.

Berawal dari Florentino Perez (Presiden Real Madrid) yang mengkritik penyelenggaraan Liga Champions pada tahun 2009.

"Kami sudah menyepakati European Super League terbaru yang menjamin bahwa yang terbaik akan selalu bermain melawan yang terbaik-itu tidak terjadi di Liga Champions," kata Perez kepada the Telegraph.

Dikabarkan, sebanyak 12 klub telah menyetujui dibentuknya Liga Super Eropa tersebut. Untuk Liga Inggris, deretan klub besar seperti Manchester United, Manchester City, Arsenal, Liverpool, Chelsea, dan Tottenham setuju dengan kompetisi ini. Sedangkan untuk Liga Spanyol dan Liga Italia, Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid, Juventus, AC Milan, Inter Milan ikut menyetujui liga baru tersebut.

Sejauh ini, ada tiga klub yang mundur dari Liga Super Eropa, yaitu Bayern Munchen, Paris Saint-Germain (PSG) dan Borussia Dortmund. Sedangkan, RB Leipzig dan Porto dikabarkan bakal ambil bagian bersama 12 klub lainnya.

UEFA dan FIFA resmi tidak memberikan restu untuk digelarnya Liga Super Eropa. Banyak yang menilai kompetisi ini bakal menjadi saingan Liga Champions yang merupakan produk unggulan UEFA di level klub.

"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola berdasarkan kepada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga, tidak bisa dengan cara lain," bunyi pernyataan UEFA.

Premier League, La Liga, dan Serie A juga melarang digelarnya Liga Super Eropa. Mereka berada di barisan yang sama dengan UEFA dan FIFA. Sanksi pun disiapkan bagi mereka yang akan ambil bagian di Liga Super Eropa.