VIDEO: Tim SAR Temukan Bangkai Alat Berat Penambang Pasir Gunung Semeru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bangkai alat berat penambangan pasir, ditemukan tersangkut di dasar Sungai Besuk Koboan, Pronojiwo, Lumajang, pada Senin siang. Bangkai alat berat tersebut sebelumnya terseret oleh banjir lahar dingin dari Gunung Semeru. Terdapat tiga dari tujuh alat berat belum bisa dievakuasi, karena khawatir banjir lahar susulan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah, atau TRC BPBD Lumajang, menemukan bangkai alat berat, dalam penyisiran di aliran Sungai Besuk Kobokan yang berhulu langsung dari Gunung Semeru. Kerangka alat berat jenis eksavator ini hanya terdiri dari baket dan alat keruk, sementara mesin dan badan alat berat terpisah.

Sedikitnya telah tiga dari tujuh alat berat berhasil diidentifikasi Tim SAR, meski belum bisa dievakuasi. Sebab membahayakan karena material lava masih bersuhu tinggi.

Belum lagi, di aliran ini masih berpotensi terjadi banjir lahar susulan, mengingat kondisi puncak Gunung Semeru masih sering hujan. Petugas berupaya menyisir lava menumpuk, di Dusun Curah Kobokan, hingga ke blok air terjun. Yang hanya berjarak 6 kilometer dari Puncak Gunung Semeru.

"Saat ini kita hanya bisa mengidentifikasi yang muncul di permukaan satu, yang di belakangnya atau di bawahnya, di timurnya bendungan Curah Kobokan dan yang ini, kalau mungkin ini terbawa dari atas kurang lebih sampai di sini 1,2 kilometer, jadi terbawa kerangkanya saja, jadi mesin-mesinnya sudah tidak ada," ujar Peltu (Purn) Sugiono, Komandan TRC BPBD Lumajang, seperti dilansir dari Liputan6, 15 Desember 2020.

Diperkirakan alat berat ini, terendam aliran lava saat erupsi awal Desember lalu. Kemudian terseret oleh banjir lahar dingin, kiloan meter dari titik lokasi tambang pasir.