VIDEO: Umrah Kembali Buka, Kantor Imigrasi Jember Banjir Pemohon Paspor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Layanan pengurusan paspor di Kantor Imigrasi Jember, Jawa Timur, kembali meningkat, menyusul dibukanya kembali ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

Meski biaya perjalanan umrah di masa pandemi ini jauh lebih mahal, tak menyurutkan antusias calon jemaah mengurus paspor umrah.

Sementara itu, pengelola travel umrah mengusulkan, laboratorium tes PCR yang menjadi rujukan tes swab calon jemaah umrah, untuk menghindari hasil swab yang tidak akurat, dan manipulasi data PCR yang dapat merugikan jemaah sendiri. Berikut pemberitaannya pada Liputan6, 9 November 2020.

Kantor Imigrasi, Jember, diserbu calon jemaah umrah yang akan mengurus paspor, yang datang dari Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, hingga Banyuwangi.

Para calon jemaah umrah ini, mengurus paspor setelah mendaftarkan diri ke travel penyelenggara haji dan umrah, dan rencananya akan berangkat ke tanah suci pada awal 2021.

Meski biaya perjalanan umrah di masa pandemi ini jauh lebih mahal, mereka tetap antusias berangkat ke tanah suci, karena sempat tertunda beberapa bulan akibat pandemi COVID-19.

"Kalau saya sebagai umat muslim sangat bersyukur ya, bisa melakukan ibadah lagi," kata Abdul Ghani, Calon Jemaah Umrah.

"Kita tinggal menunjuk memperhatikan, surat dari Direktur Jenderal Imigrasi di masa pandemi corona ini, kita harus mempersiapkan diri terus, untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan paspor yang akan melakukan perjalanan, terutama ibadah umrah," ujar Mohammad Erfan, Kasi Teknologi Informasi Imigrasi Jember.

Sementara itu, penyelenggara umrah di Surabaya mengaku resah, setelah ada jemaah umrah positif COVID-19 di Saudi Arabia.

Mereka mengusulkan penunjukan laboratorium tes PCR sebagai rujukan bagi calon jemaah, sebelum berangkat umrah ke tanah suci. Selain untuk hasil yang akurat, juga untuk menghindari manipulasi data swab test. Karena para calon jemaah umrah wajib swab test 72 jam, sebelum keberangkatan ke tanah suci.

"Harapan saya untuk para ketua asosiasi semuanya, untuk betul-betul PCR ini dilakukan secara teliti, karena ada kejadian yang keberangkatan tanggal 1 ini, ada yang positif, ini harapan saya, jangan sampai jemaah dirugikan, karena kalau jemaah ini dirugikan, kasihan tidak bisa melakukan aktivitas ibadah yang ada di sana, di Saudi," tutur Muhammad Ramli, Pengelola Travel Umrah.

Selain masalah swab test atau tes usap COVID-19, pihak travel umrah juga terkendala aturan pembatasan jumlah jemaah dan usia jemaah yang berangkat, yakni minimal usia 18 tahun dan maksimal 50 tahun.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.