Video Viral Terapi Wajah Pakai Lilin Panas Dikecam Pakar Kesehatan

Lis Yuliawati, BBC Indonesia
·Bacaan 3 menit

Sejumlah video viral tentang orang-orang yang menjalani terapi wajah dengan lilin panas memicu kekhawatiran banyak pakar kesehatan kulit.

Video itu memperlihatkan lilin lembut yang menutupi wajah, mulut dan leher. Pada beberapa video, lilin berbahan kimia itu juga masuk ke telinga dan hidung, sebelum akhirnya dilepaskan dari wajah.

Sejumlah video terapi wajah menggunakan lilin yang paling banyak ditonton diunggah seorang tukang cukur di Belanda. Dia mengklaim terapi menggunakan lilin panas itu bermanfaat.

Namun asosiasi pakar penyakit kulit di Inggris (BAD) menyatakan, "memasukkan kotoran ke dalam hidung atau telinga Anda bukan tindakan yang dianjurkan."

Seorang spesialis kulit yang berbasis di Inggris juga menyebut bahwa terapi itu berisiko membuat pernapasan terhambat.

TikTok didesak menambahkan rambu-rambu peringatan sebelum publik menyaksikan video terapi wajah dengan lilin itu.

Walau begitu, TikTok menganggap video itu tidak melanggar pedoman tentang perilaku berbahaya karena dilakukan seorang profesional yang terampil.

`Pencetus pertama`

Salah satu yang mengunggah video ini adalah tempat cukur di Belanda bernama Kapsalon Freedom. Akun mereka kini sudah diikuti lebih dari 800.000 pengguna TikTok.

Video pertama mereka tentang terapi lilin panas ini diunggah November lalu. Media massa di Belanda menyebut video itu telah disaksikan hampir 84 juta kali.

Dalam video pertamanya, Kapsalon Freedom tidak meneteskan lilin panas ke bagian bawah wajah pelanggannya.

Tapi belakangan, dalam video yang ditonton lebih dari 19 juta kali, terapi lilin panas itu digunakan sampai ke dagu dan ke leher pelanggannya.

Lilin panas yang telah mengeras itu lalu ditarik dari telinga dan hidung pelanggannya. Kamera lantas menunjukkan lusinan rambut yang menyembul dari zat yang sekarang mengeras.

Dalam video itu, lilin mengalir ke seluruh bagian wajahnya tapi tidak menutupi mulut.

Dalam video lainnya, wajah seorang pelanggan tertutup sepenuhnya. Di bawah lilin panas itu diselipkan kapas sebagai jalur udara.

Potongan kertas juga digunakan untuk melindungi bulu mata dan alis.

Pemilik Kapsalon Freedom, Renaz Ismael, menyebut terapi wajah seperti ini merupakan hal biasa di Timur Tengah, tempatnya dilahirkan.

Namun Ismael mengklaim berinovasi dengan terapi wajah itu. "Saya orang pertama di dunia yang melakukan waxing wajah secara utuh," ujarnya kepada BBC News.

"Terapi ini tidak buruk untuk kulitmu," kata Ismael.

Tak diminati di luar TikTok

Ismael menggunakan tagar #viral untuk mempromosikan semua videonya di TikTok itu.

Dalam beberapa video, dia menggunakan lagu latar.

Ismael juga mengunggah sejumlah video terapi wajah dengan lilin panas itu ke Facebook, Instagram, dan YouTube.

Namun video-video Ismael tidak viral di tiga media sosial itu.

`Penyebab mati lemas`

Alex Echeverri, pekerja di salon John and Ginger, Inggris, cemas orang lain akan menghadapi persoalan serius jika meniru terapi wajah yang dilakukan Ismael.

"Pertimbangan pertama kami, metode ini bisa menyebabkan mati lemas," kata Echeverri, ahli kecantikan yang sudah dua dekade menggeluti industri ini.

"Kita tidak dapat mengontrol yang terjadi membekap wajah seseorang dengan lilin panas.

"Dan lilin akan mengeras sehingga bisa saja zat kimia itu mengeras di saluran udara dan harus diangkat lewat operasi bedah," ujarnya.

`Benjolan berisi nanah`

Ahli pangkas rambut asal Turki yang berbasis di London, Adam Grooming Atelier, berkata, "Melakukan waxing pada area kulit halus yang begitu luas adalah praktik yang sangat tidak bertanggung jawab."

Asosiasi pakar penyakit kulit di Inggris juga menyuarakan keprihatinan bahwa video yang diunggah Ismael akan memicu penonton untuk meniru.

"Media sosial mampu menyebarkan tren kesehatan dan kecantikan secara cepat," kata dokter Anjali Mahto.

"Waxing merupakan proses traumatis bagi kulit, terutama area sensitif seperti yang terdapat di sekitar mata.

Area ini bisa meradang dan teriritasi. Dalam beberapa kasus, akibatnya adalah munculnya jerawat kecil atau benjolan berisi nanah.

"Dampak itu dikenal folikulitis," kata Mahto.

`Berpotensi merusak`

"Secara pribadi saya tidak akan merekomendasikan menerapkan terapi itu ke anak-anak," kata konsultan dermatolog, dokter Emma Wedgeworth.

"Sepertinya masuk akal jika video ini dilabeli peringatan.

"Ada banyak informasi keliru dan praktik kecantikan temuan sendiri yang berpotensi membahayakan kesehatan tersebar di TikTok dan media sosial lainnya.

"Alangkah baiknya melihat unggahan video seperti itu diatur lebih ketat," kata Wedgeworth.