Video Wanita Masturbasi di IKEA Viral di China

Zulfikar Husein

VIVA – Sebuah video porno amatir yang menampilkan seorang wanita muda sedang masturbasi di salah satu gerai IKEA di China menjadi viral di dunia maya pada selama akhir pekan kemarin. Situasi membuat perusahaan peritel perabot untuk rumah tangga asal Swedia itu mengeluarkan pernyataan resmi pada 9 Mei 2020.

Cuplikan gambar memperlihatkan seorang wanita China setengah telanjang melakukan masturbasi di seluruh ruang pamer tanpa ada pelanggan yang menyadari, termasuk anak kecil. Video porno ini pun telah sepenuhnya dihapus oleh pihak berwenang di China.

Dalam pernyataannya, IKEA cabang China mengecam keras pembuat dan penyebar video tersebut. Mereka pun sudah melaporkan tindakan seksual yang menyimpang itu ke kepolisian setempat.

"IKEA mengimbau konsumen untuk mengunjungi IKEA dengan cara yang beradab dan tertib, serta bersama-sama menjaga lingkungan belanja dengan baik," tulis pernyataan IKEA yang diunggah di akun resmi media sosial China, Weibo.

Baca Juga: Pesan Presiden China Xi Jinping di Hari Perawat Internasional

Banyak spekulasi yang muncul di dunia maya setelah video ini beredar. Sebagian besar netizen menyatakan film porno amatir tersebut dibuat di IKEA di provinsi Guangdong. 

Sebab, terdengar bahasa Kanton saat ada suara pengumuman yang terekam dalam video itu. Di provinsi Guangdong, IKEA memiliki gerai di beberapa kota seperti Guangzhou, Foshan, Huizhou, Shenzen, Jiangmen, dan Zhongshan.

Sedangkan, untuk waktu pengambilan gambar juga masih diperdebatkan oleh para netizen, karena masih banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker. Mungkin saja, video ini direkam pada akhir November atau Desember 2019, karena terdengar pula musik Natal di salah satu adegan.

Teka-teki lain adalah identitas dari wanita yang menjadi pemeran utama dalam video syur tersebut. Meskipun, beberapa warganet menyebut wanita itu merupakan salah satu bintang porno amatir di China.

Melansir Global Times, undang-undang di China tentang administrasi keamanan publik mencatat bahwa memperlihatkan bagian tubuh dengan telanjang secara sengaja dapat menyebabkan hukuman penahanan 5 hingga 10 hari dalam kasus-kasus yang dianggap serius.