Video YouTube Tampilkan Perawat Sebagai Obyek Seks

Paris (AFP/ANTARA) - Perawat harus tahan terhadap serangan video YouTube yang membuat stereotip bahwa mereka merupakan mainan seksual atau bodoh, menurut laporan yang diterbitkan dalam jurnal keperawatan, Senin.


Para peneliti yang dipimpin oleh Gerard Fealy, seorang profesor keperawatan dan kebidanan di University College Dublin di Irlandia, menganalisis 10 klip paling sering dilihat di situs berbagi video populer dalam menanggapi kata kunci "perawat" dan "keperawatan."

Empat dari 10 video dipublikasikan oleh perawat, dan menunjukkan tugas sebagai pengasuh yang terampil, profesional dan bermanfaat.


Dua dari klip berasal dari kartun dan komedi situasi AS yang menunjukkan perawat sebagai bodoh atau tidak kompeten.


Empat lainnya, dari komedi TV AS ‘Frasier’, iklan Virgin Mobile, sebuah iklan pakaian dalam Belgia dan peralatan dari sebuah acara TV Internet, digambarkan perawat sebagai pemirsa berpakaian minim atau sebagai objek fantasi seksual pria.


"Meskipun dipuji sebagai media rakyat, penelitian kami menunjukkan bahwa YouTube tidak berbeda dengan media massa lainnya dalam cara menyebar informasi bias gender, dan stereotip negatif keperawatan yang merendahkan martabat," kata Fealy.


"Stereotip seperti itu dapat mempengaruhi bagaimana orang melihat perawat dan bersikap terhadap mereka."


Ia menyerukan perubahan.


"Kami merasa bahwa badan-badan profesional yang mengatur dan mewakili perawat perlu melobi legislator untuk melindungi profesi mereka dari stereotip negatif yang tidak semestinya dan mendukung perawat yang tertarik menggunakan YouTube untuk mempromosikan profesi mereka secara positif." (ia/ml)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.