Vietnam Tingkatkan Upaya Vaksinasi COVID-19 Sebelum Longgarkan Aturan Pembatasan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Hanoi - Vietnam mempercepat program vaksinasi dalam upaya untuk melonggarkan pembatasan lockdown Virus Corona COVID-19 di kota-kota besar pada akhir bulan, kata pemerintah Senin (13/9).

Petugas kesehatan memberikan vaksin COVID-19 di ibu kota, Hanoi, yang telah mengalami lockdown sejak Juli.

Melansir Channel News Asia, Senin (13/9/2021), lebih dari satu juta dosis vaksin diberikan selama akhir pekan di Hanoi, dari sekitar 5,5 juta yang diberikan di sana sejak vaksinasi dimulai pada Maret, kata kementerian kesehatan.

“Kami harus mempercepat program vaksinasi sehingga kami dapat membuat rencana untuk membuka kembali kota itu,” kata Wali Kota Hanoi Chu Ngoc Anh.

Lebih dari setengah dari 98 juta penduduk negara itu juga mengalami lockdown.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Proses Vaksinasi COVID-19 di Vietnam

Barikade improvisasi yang terbuat dari batang kayu dan kawat berduri untuk membatasi pergerakan warga di Hanoi, Vietnam pada 29 Agustus 2021. Tiang bambu, peti bir, tangga dan kursi rusak: benda sehari-hari membentuk barikade sementara di jalan-jalan saat lockdown Covid-19. (Manan VATSYAYANA/AFP)
Barikade improvisasi yang terbuat dari batang kayu dan kawat berduri untuk membatasi pergerakan warga di Hanoi, Vietnam pada 29 Agustus 2021. Tiang bambu, peti bir, tangga dan kursi rusak: benda sehari-hari membentuk barikade sementara di jalan-jalan saat lockdown Covid-19. (Manan VATSYAYANA/AFP)

Sekitar 80 persen dari 5,7 juta orang dewasa di kota itu telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, dengan pihak berwenang menargetkan 100 persen pada akhir minggu ini.

Namun, tingkat vaksinasi COVID-19 secara keseluruhan di negara itu masih tetap rendah sekitar 28 persen, dan hanya empat persen yang telah divaksinasi penuh dengan kedua tusukan.

Vietnam berhasil menjaga tingkat infeksinya relatif rendah hingga April tahun ini, dengan hanya 35 kematian.

Tahun lalu negara itu dipuji karena menjaga COVID-19 tetap terkendali, sebuah pencapaian yang umumnya dikaitkan dengan disiplin menjadi negara komunis satu partai dengan kontrol ketat di semua tingkatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel