Vihara di Singkawang Tetap Gelar Ibadah Imlek dengan Terapkan Prokes

Syahdan Nurdin
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pengurus Vihara Tri Dharma Bumi di Raya Singkawang, Kalimantan Barat telah mempersiapkan protokol kesehatan untuk warga Tionghoa yang akan melaksanakan ibadah Imlek.

"Nantinya akan ada orang yang mengatur warga Tionghoa yang akan melaksanakan ibadah Imlek di Vihara, sehingga di dalam vihara tidak boleh terlalu ramai dan sembahyangnya pun akan dilakukan secara bergantian. Pengaturan bertujuan agar jangan sampai terjadi kerumunan di dalam Vihara," kata salah satu pengurus Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang, Aming, Rabu.

Menurutnya, protokol kesehatan yang dilakukan adalah semata-mata untuk menaati Surat Edaran Gubernur Kalbar, guna mencegah penyebaran Virus Corona.

Diperayaan Imlek ditahun ini, dia mengajak seluruh masyarakat Singkawang untuk bersama-sama berdoa agar wabah Virus Corona segera berlalu di Indonesia.

"Mari kita doakan supaya Corona cepat berlalu sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," ajaknya.

Sementara Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo telah mengeluarkan imbauan bagi warga yang akan merayakan Imlek 2572 dan Cap Go Meh 2021.

Adapun isi imbauan tersebut, pertama, melaksanakan ibadah di tempat ibadah dengan tertib dan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

"Kedua, tidak melakukan perayaan Cap Go Meh sesuai SE Gubernur Kalbar Nomor 443.1/0111 tahun 2021," katanya.

Ketiga, tidak melakukan pertunjukan kembang api. Dan keempat, tidak melakukan aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sementara salah satu tatung dari Perkumpulan Datu' Kurata Singkawang, Herman menyatakan siap untuk mematuhi SE Gubernur Kalbar.

"Karena bagaimana pun apa yang dilakukan pemerintah terkait larangan kegiatan yang dapat mengundang banyak orang, salah satunya Cap Go Meh adalah semata-mata untuk kebaikan kita bersama agar Covid-19 tidak semakin menyebar," katanya.

Meski Cap Go Meh tidak dilaksanakan di Singkawang tahun ini, namun untuk ritual keagamaan (sembahyang leluhur,red) masih boleh dilaksanakan sepanjang memperhatikan protokol kesehatan.

"Untuk ritual keagamaan kan pemerintah tidak larang, sepanjang ritualnya dilaksanakan di rumah atau kelenteng masing-masing," ujarnya.

Diapun berharap, virus Corona segera berlalu dari dunia. Sehingga Festival Cap Go Meh bisa dilaksanakan lagi di Singkawang tahun depan. "Karena saya sudah mempersiapkan yang WAH untuk Cap Go Meh tahun depan, apabila kondisi sudah memungkinkan," katanya. (ant)