Vihara Ekayana Siap Dibuka untuk Umum

TEMPO.CO , Jakarta: Vihara Ekayana Amara di Jalan Mangga II, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Senin, 5 Agustus 2013, malam, sudah kondusif. Jalan di depan Vihara yang semula ditutup dan dipenuhi polisi sudah ramai dilalui kendaraan.

»Sudah sangat kondusif. Sudah dibersihkan sisa-sisa tempat bom,” kata Ponijan Liaw, Pembina Vihara Ekayana Amara kepada Tempo, Senin, 5 Juli 2013. »Dalam satu-dua hari sudah dibuka untuk umum.”

Ledakan bom terjadi di Vihara Ekayana malam kemarin lusa di Jalan Mangga, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dua ledakan berkekuatan rendah terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Lengan seorang pengunjung vihara terluka. Polisi meledakkan satu benda lain pukul 22.00 WIB. (Baca: Kronologi Ledakan di Vihara)

Mantan Ketua Partai Tionghoa Indonesia ini mengatakan tak ada lagi kerumunan warga yang menonton seperti malam sebelumnya. Namun pintu gerbang Vihara masih ditutup dan hanya beberapa orang yang diizinkan masuk.

Pengamanan Vihara

Ledakan ini memicu reaksi pengamanan tempat ibadah umat Budha di daerah lain. Pengurus Vihara Jayasacako Kediri memperketat keamanan. Setiap pengunjung yang hadir diminta mengisi buku tamu dan meninggalkan nomor telepon.

Rohmad Salim, petugas keamanan Vihara Jayasacako, yang memiliki jamaah 50 orabng itu, mengaku mendapat instruksi dari pengurus untuk meningkatkan keamanan usai teror di Vihara Ekayana, Jakarta Barat. "Pengunjung tak bisa sebebas dulu," katanya, Senin 5 Agustus 2013. Pengikut Vihara Jayasacako beribadah setiap hari Selasa dan Jumat malam.

Teror tersebut, menurut dia membuat para pengurus ketar-ketir. Karena itu sejak siang kemarin sejumlah aparat Kepolisian Resor Kediri Kota menyisir lokasi itu. Polisi memeriksa untuk memastikan tak ada barang berbahaya di setiap sudut ruangan vihara yang terletak di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kediri ini. (Baca: Ciri Pelaku Peledakan Bom Vihara)

Kepolisian Daerah Jawa Tengah telah memerintahkan seluruh kepolisian resor menambah keamanan vihara se-Jawa Tengah. "Pasti ada peningkatan keamanan," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Komisaris Besar Djihartono kepada Tempo. Djihartono memastikan, pengamanan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup.

Umat Budha Diminta Tak Terprovokasi

Sedangkan, umat Budha Jawa Tengah diminta tak terpengaruh teror di Vihara Ekayana Graha. Pembimbing Masyarakat Agama Budha Jawa Tengah, Sutarso mengatakan insiden peledakan bom  itu tak perlu ditakuti. »Tak perlu takut atau gelisah dengan insiden itu, umat Budha sangat cinta damai,” kata Sutarso, Senin, 5 Agustus 2013.

Sutarso mengaku prihatin atas insiden itu. Namun Sutarso belum meminta bantuan pengamanan tempat ibadahnya di Jawa Tengah. »Karena selama ini komunikasi kami dengan umat beragama lain sangat baik, mereka yang punya kepercayaan di luar agama Budha pun menghargai,” kata Sutarso.

Ketua Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia Jawa Tengah, Santika Yohanto, pun meminta pengikut Budha tak terprovokasi oleh ledakan di Vihara Ekayana Graha. »Tetap tenang jangan sampai terprovokasi oleh perbuatan dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang hendak memanfaatkan kejadian ini,” kata Santika. (Baca: Kata Pengamat Mengenai Bom Vihara)

SOHIRIN | EDI FAISOL | HARI TRI WASONO | REZA ADITYA R

Topik Terhangat

Bom Vihara Ekayana | Mudik Lebaran | Ahok vs Lulung | Capres 2014 | Anggita Sari

Berita Terkait

Apa Motif Peledak Vihara Ekayana? Ini Kata Kapolda

Ketua RW: Hubungan Vihara-Masyarakat Sangat Baik

Vihara Ekayana, Pembawa Semangat Non-Sektarian

Kabareskrim: Hanya Dua Ledakan Kecil di Vihara

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.