Viktor: Coldplay Tak Mau Konser di Indonesia karena Dianggap Tidak Peduli Lingkungan

Merdeka.com - Merdeka.com - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pembatasan kunjungan wisatawan, dengan menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar.

Alasan utama pembatasan kunjungan dengan dinaikkan tarif masuk tersebut, dia menerangkan, semata-mata untuk melakukan konservasi terhadap habitat binatang purba Komodo. Viktor mengatakan, selama ini Taman Nasional Komodo tidak diurus dengan baik.

Bahkan grup band ternama asal Inggris yakni Coldplay enggan melakukan konser di Indonesia. Alasannya karena Indonesia dinilai tidak menjaga lingkungan dengan baik.

"Band Coldplay saja tidak mau nyanyi di Indonesia, karena dia anggap kita bukan negara yang peduli terhadap lingkungan," kata Viktor, Selasa (2/8).

Menurutnya, grup band Coldplay mau dibayar tinggi pun tidak akan mau konser karena Indonesia dinilai selalu melawan lingkungan. Sehingga untuk mengubah pola pikir itu, konservasi lingkungan lah yang menjadi tujuan utama.

"Grup band Coldplay menganggap bahwa kita selalu against (melawan) terhadap lingkungan. Nah karena itu kita sedang menujukkan bahwa sedang mengurus alam dan lingkungan kita dengan baik, apalagi di situ ada Komodo, salah satu dari tujuh keajaiban dunia," jelas Viktor.

Dia menambahkan, saat ini pemerintah pusat dan NTT sedang memberikan pesan kepada dunia, bahwa aksi konservasi dan peduli lingkungan sedang dilakukan dan biayanya tidak murah.

"Kenapa mahal? Kalo provinsi NTT itu kaya, ya kita tidak perlu kasi tarif masuk mahal. Kita kasi gratis masuk," ujarnya.

"Sejarah dimana pun dalam riset sebuah ekosistem terjaga, maka nilai ekonominya harus disiapkan, diatur dengan baik dengan daya dukung dan daya tampungnya tidak merusak tempat itu. Nah daya dukung dan daya tampung TN Komodo dan Pulau Padar hanya 219.000 per tahun, jadi kita kurangi dia di 200.000," tutup Viktor.

Sebelumnya, tarif masuk Taman Nasional Komodo dan Pulau Padar sebesar Rp3,7 Juta, resmi diberlakukan pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai hari ini, Senin (1/8) walaupun masih mendapatkan penolakan dari para pelaku pariwisata di Labuan Bajo.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat usai menggelar rapat bersama Forkopimda mengakui, bahwa pemerintah kurang melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pelaku usaha maupun wisatawan tentang kenaikan tarif masuk ke dua kawasan konservasi tersebut.

Menurutnya, tarif masuk ke TN Komodo dan Pulau Padar sebesar Rp3,7 juta mulai diberlakukan hari ini, sambil melakukan evaluasi terus menerus untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang timbul.

"Kita pokoknya berpikir positif saja, yang pasti kurang sosialisasi baik melalui media sosial, nanti kita juga pasang spanduk-spanduk, reklame dan segala macam untuk menjelaskan kepada para pihak, yang pasti kekurangan itu ada pada pemerintah," katanya, Senin (1/8). [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel