Viral 2 Warga Belanja di Supermarket Jakarta Pakai APD Saat Pandemi Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta Sebuah video yang memperlihatkan dua orang laki-laki dan perempuan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berbelanja di sebuah supermarket di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 viral di media sosial.

Peristiwa itu diketahui terjadi di pusat perbelanjaan di bilangan Gandaria, Jakarta Selatan. Seorang pengunjung bernama Sagala mengaku sempat melihat kejadian tersebut dan merekamnya.

"Aku lihat cowok dan cewek menggunakan APD di Lotte belanja sekitar pukul 18.00 WIB, kemarin (28/3)," kata Sagala ketika dihubungi merdeka.com, Minggu (29/3/2020).

Dia menceritakan, kedua orang tersebut sempat ditegur oleh pihak keamanan pusat perbelanjaan lantaran meresahkan pengunjung yang ingin berbelanja. Apalagi peristiwa tersebut terjadi di tengah darurat virus corona.

Kedua pihak itu sempat bersitegang. Namun dua warga yang mengenakan APD itu akhirnya tetap melanjutkan berbelanja.

"Itu pihak mal menenggur mereka. Disuruh cepat-cepat keluar. alau menurut pihak keamanan mereka berdua berasal dari daerah Bangka-Mampang," tambah Sagala," ujar Sagala.

Video ulah dua warga yang berbelanja dengan mengenakan APD ditengah pandemi virus corona itu juga telah viral di media sosial. Salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @lambe_turah.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Protes Minimnya APD Bagi Tenaga Medis

Penanganan jenazah pasien meninggal dengan status PDP di Sultra, memakai jas hujan karena kekurangan APD.(Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua)

Sementara itu, Amnesty International bersama lima organisasi kesehatan di Indonesia mendesak pemerintah memberikan pelayanan maksimal kepada tenaga medis dalam menghadapi virus corona atau Covid -19.

Salah satu yang disoroti Amnesty yakni terkait minimnya alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani pasien corona di Indonesia. Desakan itu disampaikan dalam surat terbuka yang dikirim kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Selasa 24 Maret 2020.

Adapun lima organisasi kesehatan yang turut mendesak pemerintah, adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

"Selasa lalu kami menyurati Presiden, sebab tenaga kesehatan yang meninggal karena Covid-19 kini bertambah, begitu pula yang diisolasi," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam keterangan pers, Minggu (29/3/2020).

Usman menilai, para tenaga medis masih menghadapi persoalan minimnya APD. Padahal, APD mutlak bagi kesehatan para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi virus corona ini.

"Sayangnya, hingga saat ini, distribusi APD belum adil dan merata. Distribusinya juga masih sangat lambat sehingga banyak tenaga kesehatan yang harus bergantung pada satu APD selama berjam-jam," tuturnya.

Dia pun mencontohkan situasi di Kendari di tengah darurat corona. Para tenaga kesehatan mengancam melakukan mogok kerja bila mereka tidak dilengkapi alat perlindungan diri yang sesuai dan memadai.

"Sekarang pengurus organisasi kesehatan tingkat nasional menyatakan protes terbuka untuk mogok kerja sementara bila alat-alat pelindung dasar tidak tersedia. Tentu itu adalah ekspresi yang sah karena menyangkut keselamatan nyawa mereka," ucap Usman.

 

Reporer: Intan Umbari

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: