Viral 3 Anak Mengaku Jadi Korban Eksploitasi di Jakarta Barat, Ini Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tiga anak di Jakarta Barat mengaku menjadi korban eksploitasi viral di media sosial. Kepolisian turun tangan dan memastikan bahwa narasi tersebut keliru.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Barat telah menemui tiga anak tersebut di Suku Dinas Sosial Jakarta Barat.

"Berdasarkan hasil pengecekan, terkait dengan tiga anak yang mengaku dieskploitasi, tidak benar," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/11/2020).

Arsya menerangkan, ketiga anak itu masing-masing berinisial RH (10), R (9), dan N (4) kabur dari rumah atas kemauan sendiri. Mereka kemudian mengamen dan menjadi pemulung agar bisa bertahan hidup.

"Jadi tidak ada yang menyuruh dan hasil tersebut digunakan untuk keperluan sendiri, seperti makan, minum, beli susu, dan membeli gitar untuk mengamen," ujar dia.

Arsya mengatakan, ketiga anak itu juga memotong rambutnya sendiri. "Rambut ketiga anak tersebut dipotong sendiri dan tidak ada orang lain yang memotong," ucap dia.

Arsya menerangkan, ketiga anak yang sempat diduga korban eksploitasi itu ditemukan Petugas PPSU di Pasar Pagi, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu 11 November 2020. Saat ini, R dan N telah diserahkan ke pihak keluarga dalam keadaan sehat, sedangkan R masih dititipkan di Suku Dinas Sosial Cengkareng, Jakarta Barat.

Ditemukan Menangis

Sebelumnya diberitakan, tiga anak diduga menjadi korban eksploitasi jalanan di Tambora, Jakarta Barat, Senin 9 November 2020 pagi. Saat ditemukan, ketiganya tengah menangis di bawah kolong jembatan Pasar Pagi.

"Ketiga anak kecil tersebut mengaku disuruh 'ngelem' (menghirup lem), merokok dan minum-minuman keras, mengemis dan mencuri oleh anak remaja," ujar Koordinator Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Sudinsos, Jakarta Barat, Amirullah, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (11/11/2020).

Menurut dia, mereka ditemukan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Roa Malaka, saat bersih-bersih kawasan tersebut. Mereka kemudian diamankan dan dibawa petugas Dinas Sosial ke Gedung Olah Raga (GOR) Cengkareng.

Ketiga anak kecil yang diduga korban eksploitasi tersebut berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan. Amirullah belum merinci perkiraan umur ketiganya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: