Viral Aksi Brutal Rombongan Pengantar Jenazah di Makassar, Terobos Tol hingga Aniaya Petugas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Makassar - Sebuah video pendek yang memperlihatkan aksi brutal rombongan pengantar jenazah di Makassar viral di jagat dunia maya. Rombongan pengantar jenazah itu merusak fasilitas jalan tol Makassar hingga menganiaya petugas jaga palang pintu tol.

"Iya betul kejadian hari Jumat lalu (23/4/2021), setelah Salat Jumat," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Sentoe, Senin (26/4/2021).

Frans menjelaskan bahwa kejadian itu bermula saat rombongan pengantar jenazah yang didominasi pengendara sepeda motor itu masuk ke pintu Tol Cambayya hingga pintu Tol Tamalanrea. Mereka kemudian membuka paksa palang pintu tol hingga salah seorang petugas mencoba memberikan penjelasan kepada mereka.

"Waktu di Cambayya dibukakan pintu tol tapi setelah berada di pintu tol Tamalanrea, tidak dibukakan pintu, karena disitu berbayar sehingga petugas tol pun memberikan penjelasan lalu salah seorang membuka paksa pintu tol dan saat itu juga terjadi pemukulan," jelas Frans.

Akibatnya​ petugas jaga palang pintu tol itu menderita luka yang cukup parah hingga harus dirawat di rumah sakit. Saat ini petugas jaga palang pintu tol tersebut telah melaporkan apa yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

"Ada satu korbannya dari petugas jaga tol dan dia sudah melapor ke Polrestabes Makassar, sudah visum dan ini akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," katanya.

Saat ini pihak kepolisian tengah menyelidiki dan mencari tahu pelaku penganiayaan kepada petugas jaga tol tersebut. Frans menyebutkan bahwa selain mereka melanggar hukum karena menganiaya petugas jaga palang pintu tol, mereka juga melanggar aturan lalu lintas.

"Kalau pun mengantar jenazah, mobilnya masuk lewat tol tapi gunakan sepeda motor tunggu dipinggir tol. Kita juga sudah imbau warga kalau ada jenazah silahkan laporkan ke polsek untuk dikawal. Jangan mengawal jenazah dengan kendaraan secara preman," imbuhnya.

Simak juga video pilihan berikut ini: