Viral Aksi Bullying Diduga Mahasiswa Unpar, Ini Respons Kampus

Bayu Nugraha, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Viral di media sosial sebuah kegiatan ospek yang diduga mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung diwarnai dengan bullying dan aksi kekerasan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Kehumasan dan Protokoler Unpar, Magenta Paramita mengakui menyayangkan adanya video tersebut. Pihaknya memastikan tidak sepakat dengan adanya aksi bullying dan kekerasan di lingkungan akademik Unpar.

"Beredarnya video yang mengandung konten kekerasan di media sosial yang melibatkan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) beberapa hari terakhir, kami sangat menyayangkan nama UNPAR dikaitkan dan disebut di dalam tindakan kekerasan yang kemudian menjadi viral di media sosial," ujar Magenta dalam keterangan persnya, dikutip Kamis, 12 November 2020.

Magenta menegaskan, sebagai institusi pendidikan, pihaknya menolak segala bentuk kekerasan baik kekerasan fisik, kekerasan verbal, maupun kekerasan visual. "Selama masa pandemi COVID-19, UNPAR melakukan kegiatan belajar mengajar, dan segala bentuk kegiatan yang melibatkan mahasiswa, secara daring penuh," katanya.

Adanya kegiatan mahasiswa itu, menurutnya, merupakan agenda Inisiasi dan Adaptasi (SIAP) tahun 2020 juga dilaksanakan secara daring sehingga kami dapat memastikan bahwa kegiatan yang diduga memuat tindakan kekerasan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kegiatan Universitas di lingkungan UNPAR.

"Universitas bergerak cepat dengan memanggil dan meminta penjelasan dari pihak - pihak yang terlibat dalam video tersebut pada 10 November 2020. Dari pertemuan tersebut berhasil diungkap bahwa kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 31 Oktober 2020 di luar lingkungan Universitas dan tidak berkaitan dengan kegiatan kemahasiswaan kami," tegasnya.

Diketahui, tindakan kekerasan dalam bentuk video tersebut diketahui dipicu oleh masalah pribadi yang kemudian dimuat dan disebarluaskan di media sosial.

Baca juga: Suku Baduy Jadi Korban, Polisi Diminta Bongkar Sindikat Pemalsu Madu