Viral Aksi Koboi Todong Kurir, Mendang Beli Airsoft Gun Via Medsos

Hardani Triyoga, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi menemukan dua senjata saat pengerebekan rumah G alias Mendang (40), yang merupakan pelaku penodongan terhadap kurir paket online shop. Pelaku sudah diringkus karena aksi koboinya yang viral.

Pelaku kepada polisi mengaku senjata tersebut dipakai untuk mengamankan diri. Dari penemuan polisi, ada dua senjata jenis airsoft gun yang dimiliki pelaku.

"Di rumah tersangka kami temukan 2 buah senjata airsoft gun. Dan, saat diperiksa ternyata adalah senjata airsoft gun glock 19 dan colt defender 90. Menurut pengakuan tersangka satu milik temannya," kata Kapolres Bogor AKBP Harun, di Polres Bogor, Senin 3 Mei 2021.

Menurut pengakuan G, senjata yang digunakan untuk menjaga keamanan di malam hari karena profesinya sebagai tukang ojek di daerah Tenjolaya. Senjata airsoft gun didapatkan pelaku G dari Facebook berlogo airsoft gun.

Kemudian, pembelian online melalui media sosial dengan namanya airsoft gun. Polisi menyita barang bukti berupa senjata airsoft gun jenis colt defender series 90. Lalu, airsoft gun jenis glock 19, serta 11 butir peluru timah gotri dan sebuah ponsel pribadi milik tersangka.

"Tersangka membeli senjata ini tanggal 13 April sesuai dengan handphone pembeliannya. Satu pucuk. Yang colt 19 ini milik temannya," jelasnya.

Namun, lanjut Harun, pihaknya akan tetap mendalami motif dan senjata pelaku. Sebab, untuk menggunakan senjata ini harus memiliki izin.

"Tentunya memiliki airsoft gun ada cara-cara memiliki surat surat yang sesuai dengan prosedur. Karena tidak sesuai prosedur maka kita kenakan undang-undang darurat," tutur Harun.

Viral video di media sosial, seorang pria menodongkan pistol terhadap kurir barang di Bogor. Pelaku kecewa karena barang pesanannya tak sesuai dengan yang diharapkannya.

Pelaku tak mau membayar barang pesanannya itu kepada korban yang kebetulan seorang kurir pengantar barang. Padahal, pelaku sudah membuka barang pesanannya.

"Kemudian, dalam memberikan barang titipannya oleh tersangka. Karena barangnya tidak sesuai dengan keinginan maka tersangka ini tidak mau bayar dan menodongkan sebuah senjata," jelas Harun.