Viral Aksi Penertiban Lapak Pedagang di Pasar Limbangan Garut Berujung Keributan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebuah video keributan antara pedagang dengan seseorang yang diduga terjadi di Pasar Limbangan, Garut, Jawa Barat viral di media sosial. Video tersebut pun mendapatkan beragam tanggapan dari warganet.

Dalam video di salah satu akun media sosial, seorang pedagang perempuan yang menjual daging tampak cekcok dengan seorang lelaki. Lelaki tersebut meminta agar pedagang datang ke kantor terlebih dahulu.

Seseorang yang mengambil gambar, dalam video tersebut menyebut bahwa dirinya sedang mempersiapkan dagangan, bukan mencari musuh. Aksi yang dilakukan lelaki itu pun dianggap menghalangi usahanya dalam berdagang.

Dalam video juga nampak terdengar suara wanita yang marah dan sempat mengeluarkan kata-kata kasar karena aksi tersebut. Di akhir video, lelaki tersebut pun nampak sedang dicegah oleh sejumlah lelaki karena merasa tidak terima dengan kata-kata kasar yang dilontarkan.

Terkait viralnya video tersebut, Kapolsek Limbangan Kompol Uus Susilo menjelaskan bahwa awal mula kejadian tersebut berawal dari tindakan penertiban dan penggembokan oleh pengelola pasar terhadap kios para pedagang yang dinilai melanggar aturan zonasi.

"Dalam kesepakatan yang dibuat, diketahui bahwa lantai dasar disepakati untuk penjualan keringan, sembako dan lainnya. Sedangkan lantai dua adalah basahan, sayuran, daging, buah-buahan dan lainnya," jelas Uus, Senin (25/7).

Dia menyebut bahwa aturan zonasi dibuat oleh pengelola pasar atas dasar kesepakatan dengan beberapa pihak. Dalam penertiban itu, kios yang ditertibkan adalah lantai dasar dengan lantai dua.

"Kegiatan penertiban ini dilakukan mulai Sabtu 23 Juli 2022 mulai pukul 23.30 WIB. Kegiatan tersebut dilakukan tanpa ada koordinasi dengan Satpol PP maupun Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan)," sebutnya.

Uus mengungkapkan bahwa pelaksanaan penertiban dilakukan oleh petugas keamanan pasar dan unsur Karang Taruna atas perintah pengelolaan pasar. Dalam kegiatan penertiban, diketahui jumlah kios yang digembok terdapat 16 kios yang terdiri dari lima kios di lantai dasar dan 11 kios di lantai dua.

Pada Minggu 24 Juli 2022, dikatakan Uus, pedagang kaki lima yang berada di lantai dasar tidak menerima kegiatan penertiban yang dilakukan oleh Karang Taruna.

"Mereka menolak untuk pindah ke lantai dua dengan alasan di lantai dua sepi konsumen. Saat terjadi penolakan dari warga pasar terjadi adu mulut yang videonya menjadi viral," katanya.

Atas viralnya video aksi cekcok itu, Uus mengaku bahwa pihaknya sudah memanggil pihak pengelola pasar untuk dimintai keterangan. Pihaknya mengingatkan untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum.

"Dengan adanya kejadian ini, kami akan rutin melakukan patrol di Pasar Limbangan untuk mengantisipasi adanya tindak pidana. Tentunya, bila kami temukan ada pelanggaran, tentu akan dilakukan penegakan hukum," tutup Uus. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel