Viral Anggota Bhayangkari Tuding Polisi di Jeneponto Bunuh Saudaranya

Merdeka.com - Merdeka.com - Video seorang perempuan bernama Ernawati mengungkapkan pembunuhan dilakukan polisi, khususnya Polres Jeneponto, terhadap saudaranya viral di media sosial. Polres Jeneponto meresponsnya dengan menyebut tudingan anggota Bhayangkari itu salah alamat.

Video dengan durasi 47 detik itu menyebar pada Rabu (26/10). Isinya tentang protes terbuka terhadap kinerja personel Polres Jeneponto. Pengguna TikTok ini menuding polisi atau khususnya Polres Jeneponto melakukan pembunuhan terhadap saudaranya.

"Surat terbuka untuk Kapolres Jeneponto, saya melakukan semua ini berdasarkan saya memang betul-betul sakit hati sama kalian semua. Saudara saya dibunuh di depan mata saya," ujar perempuan pada video yang diunggah akun @ernawati_h.bakkarang.

Perempuan pada video akun @ernawati_h.bakkarang juga menyebut polisi melakukan penganiayaan kepada saudaranya hingga meninggal dunia. Dengan dialek Bugis Makassar, perempuan dalam video ini mengaku akan terus mencari keadilan atas perbuatan polisi.

"Apakah kau dengan memanggil suami saya, saya takut dengan kalian semua, tidak. Saya akan tetap koar-koar mencari keadilan. Kita negara hukum, polisi tidak berhak menghukum, polisi tidak berhak menyiksa saudara saya," katanya.

Lapor ke Mabes Polri

Dalam video itu juga, perempuan tersebut mengaku akan mendatangi Mabes Polri dengan maksud mengadukan peristiwa tersebut. Sebelum ke Mabes Polri, perempuan pada video ini terlebih dahulu akan menyambangi ke Mapolres Jeneponto sambil membawa sejumlah wartawan.

"Ingat besok saya akan berangkat ke Mabes Polri, sebelum saya ke Mabes Polri, saya akan ke Polres Jeneponto untuk menghadapi kalian semua. Saya akan membawa semua wartawan, percuma lapor polisi," ungkapnya dengan hastag #percumalaporpolisi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jeneponto, Inspektur Satu Nasruddin membantah jika kasus pembunuhan yang diungkap Ernawati berada di wilayah hukum Polres Jeneponto. Nasruddin mengaku kasus yang dialami saudara Ernawati tersebut bukan di Jeneponto.

"Itu sebenarnya salah alamat kalau minta proses di Jeneponto, karena kasus itu tidak ada di Polres Jeneponto. Itulah, yang jelas bukan di sini," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (27/10).

Suami Dipanggil Atasan

Nasruddin mengakui suami Ernawati merupakan anggota di Polres Jeneponto. Sebelumnya, suami Ernawati bertugas di Brimob.

"Sebelumnya anggota Brimob dan tugas di Polres Jeneponto sekarang," kata dia.

Terkait pengakuan Ernawati bahwa suaminya dipanggil atasan, Nasruddin menegaskan tidak terkait dengan kasus pembunuhan itu. Ia mengaku panggilan itu hanya bersifat atasan dan bawahan.

"Saya kira tidak terkait dengan kasus. Itu cuma hubungan antara bawahan dan pimpinan kan biasa. Bukan berarti ada kasus segala macam harus diklarifikasi, tidak ada itu. Artinya pimpinan perlu mencari tahu anggotanya seperti apa dan bagaimana. Hal yang biasa itu," ucapnya. [yan]