Viral, Anggota Brimob Tampar Bocah yang Curi Kotak Amal di Aceh

·Bacaan 2 menit

VIVA - Seorang oknum anggota Brimob Polda Aceh diduga melakukan kekerasan. Dalam video pendek yang beredar, pelaku diduga menampar anak di bawah umur yang kedapatan mencuri kotak amal.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Ceumpeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Minggu, 24 Mei 2021, lalu. Tangan si bocah tampak diikat dari belakang.

Banyak warga yang berkerumun di sekitarnya. Si bocah lalu dapat tamparan juga diduga diintimidasi pakai senjata api.

Terkait hal ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Winardy, mengatakan kehadiran anggota Brimob di lokasi tak disengaja. Saat itu, anggota mau pulang tapi mampir ke penjual makanan di dekat masjid.

Baca juga: Viral, Pencuri Kotak Amal Terekam CCTV

Lantas anggota tersebut mendengar pembicaraan warga kalau ada pencuri kotak amal yang tertangkap. Berdasar informasi yang beredar, bocah tersebut nekat mencuri kotak amal untuk beli makan karena ayahnya sedang sakit sehingga tak bisa kerja.

"Mendengar hal tersebut, polisi tadi segera ke halaman masjid dan mendapati anak tersebut sudah dikerumunin warga dan sempat melihat pelaku digampari masyarakat. Maka polisi tadi mengeluarkan senjata supaya masyarakat tahu yang bersangkutan polisi dan tidak ada yang menganiaya pelaku lagi, sambil menunggu petugas polsek datang untuk mengamankan pelaku," kata dia kepada wartawan, Rabu, 2 Juni 2021.

Dia mengatakan oknum polisi itu telah diklarifikasi dan diperiksa oleh Bid Propam serta Sat Brimob Polda Aceh tak lama pasca peristiwa terjadi. Pelaku akan dikenakan sanksi apabila terbukti bersalah.

Sementara itu, untuk kasus pencurian kotak amal itu sendiri sudah diselesaikan secara diversi. Anak tersebut diserahkan ke orang tuanya untuk dibimbing sedangkan pengurus masjid dipastikan tidak akan menuntut kasus tersebut.

"Apabila ternyata hasil penyelidikan Propam berdasarkan keterangan saksi, dan alat bukti lainnya bahwa oknum polisi tersebut melanggar kode etik dan disiplin Polri maka akan diberikan sanksi yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Masyarakat yang mengikat tangan dan leher anak tersebut sudah meminta maaf langsung ke orang tua anak tersebut," kata Winardy lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel