Viral Anggota TNI dan Polri Disebut Dikeroyok di Kebayoran Baru

Daurina Lestari, Foe Peace Simbolon, Vicky Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah video viral di media sosial video memperlihatkan adanya kejadian dugaan pengeroyokan terhadap anggota TNI dan Polri yang dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Video ini viral di media sosial Instagram @cetul.22. Akun tersebut menyebut video itu adalah rekaman kamera closed circuit television yang merekam dugaan pengeroyokan tersebut. Video ini sudah ditonton lebih dari 3 ribu orang.

"Rekaman cctv pengeroyokan anggota TNI DAN POLRI oleh otk," bunyi caption Instagram @cetul.22.

Masih berdasar caption di akun cetul.22, disebut kejadian ini terjadi hari ini sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Kejadian disebut terjadi pada trotoar di Jalan Faletehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut keterangan akun cetul.22, korban ditemukan tergeletak di sana lalu dilarikan oleh saksi ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, namun nyawa anggota Polri yang dikeroyok disebut tidak tertolong.

Camat Kebayoran Baru, Tomy Fudyhartono, membenarkan peristiwa pengeroyokan tersebut. Informasi aksi pengeroyokan ini didapat dari pihak kepolisian.

Tapi, dirinya belum mengtahui rincian kronologis kejadian. Pun soal identitas korban dalam kejadian ini.

“Iya informasinya begitu. Memang sih ada korban katanya,” kata Tomy kepada wartawan, Minggu 18 April 2021.

"Informasi dari temannya Korban Kopasus An. Sertu Rey bahwa anggota Kopassus dan anggota Brimob, yang meninggal adalah korban pengeyorokan dari 7 orang yang datang mengeroyok, dan kedua Korban dari Brimob dengan dari Kopassus tidak ada perselisihan," kutip akun Instagram cetul.22.

Menanggapi hal ini, Komandan Kodim (Dandim) 0504 Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya anggota TNI yang terluka dan Anggota Brimob tewas.

“Dari kita memang betul dari pihak TNI jadi korban," ujar Ucu ketika dikonfirmasi, Minggu, 18 April 2021

Dikatakan Ucu terkait anggota TNI yang menjadi korban adalah bukan anggota Kodim 0504 Jakarta Selatan.

"Bukan, bukan dari Kodim,” imbuhnya.