Viral Aniaya Istri Siri, Satpam di Tangsel Juga Dijerat dengan Pasal KDRT

Merdeka.com - Merdeka.com - Unit Reskrim Polsek Cisauk, Polres Tangerang Selatan, terus memproses kasus penganiayaan terhadap Karyati (44) yang dilakukan suaminya Tarmin (43). Meski pernikahan mereka belum terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA), polisi juga menerapkan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dalam kasus yang viral di media sosial itu.

"Meski status pernikahan antara korban dan tersangka menikah siri, namun kami tetap persangkakan dengan Undang-undang KDRT, karena mereka tinggal dalam satu rumah sudah puluhan tahun," tegas Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Margana, Jumat (18/11).

Tarmin telah berstatus tersangka. Dengan penerapan pasal KDRT , pria yang berprofesi sebagai petugas keamanan perumahan itu terancam penjara 5 tahun.

Viral di Media Sosial

Penerapan pasal yang digunakan dalam kasus itu didasarkan pada alat bukti yang ada dan keterangan saksi-saksi yang dimintakan keterangannya.

"Terhadap pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 13 November 2022 dan dilakukan penahanan. Perkara yang dipersangkakan adalah melakukan tindak pidana perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga dan atau penganiayaan, pasal 44 (1) UURI no 23 tahun 2004 dan atau pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara 5 tahun," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi satpam di Tangsel menganiaya istri sirinya viral di media sosial. Video berdurasi 2.13 menit itu memperlihatkan adanya aksi kekerasan yang dialami korban bertubi-tubi dari pelaku petugas keamanan perumahan tersebut. Pelaku mencekik korban yang duduk di atas kursi plastik sampai korban terjatuh dari kursi, ditendang dan dipukuli pada bagian wajah.

Margana menyebutkan, pelaku dan korban adalah suami-istri yang telah menikah selama 17 tahun. Namun pernikahannya itu tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).
"Dia pasangan suami istri menikah siri, sudah 17 tahun menikah dan punya dua anak sudah remaja. Pelaku saat ini kami tahan di Polsek," jelasnya. [yan]