Viral Arisan Sosialita Pakai Tumbal Brondong, Polisi Turun Tangan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Viral di media sosial terkait acara arisan sosialita yang diisukan memakan tumbal pria. Polisi pun merespons video yang sudah viral ini.

Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Donni Bagus Wibisono mengatakan pihaknya masih menelusuri beredarnya video viral tersebut. Hal ini termasuk melacak si pengunggah video tersebut.

"Masih kami telusuri itu, belum (ada saksi yang dimintai keterangan) masih lidik," kata Donni kepada wartawan, Kamis, 17 Juni 2021

Dia menekankan karena masih dalam penelusuran, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh.

Sebelumnya, viral di media sosial seperti Twitter lantaran video pengakuan seorang wanita terkait dugaan ritual mistis dalam sebuah acara arisan sosialita. Arisan itu diisukan memakan tumbal pria yang masih berusia muda.

Dalam video yang diunggah akun @babymatchaaa, seorang wanita menjelaskan ia ditawari menjadi master of ceremony (MC) dalam acara arisan sosialita tersebut. Tarif bayarannya lumayan besar yakni Rp10 juta per jam.

Dalam video tersebut, wanita itu menunjukkan tangkapan layar hasil percakapannya dengan pihak pembuat acara sosialita. Dia mengaku sempat tergiur dengan adanya tawaran bayaran MC yang dinilai fantastis.

Wanita itu juga bilang lokasi arisannya akan digelar di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tapi, ia merasa janggal saat bertanya soal rangkaian acaranya.

Kata dia, dari penjelasan pembuat acara bahwa nanti akan ada pria muda atau berondong akan digantung di acara tersebut.

"Nah si klien aku mulai jelasin rangkaian acaranya. Nanti si berondongnya mulai merangkak dan digantung. Hah ini acara apa sih?" ujar perempuan dalam video tersebut dikutip VIVA, Rabu, 30 Juni 2021.

Pun, di video berikutnya yang diunggah oleh akun sama, wanita berambut panjang itu menyebut sang brondong bersedia menjadi tumbal. Disebutkan, tumbal tersebut diperuntukkan guna pesugihan awet muda.

"Jadi, itu tumbal untuk pesugihan. Pesugihan untuk awet muda, kecantikan, kekayaan, karier dan lain-lain," tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel