Viral Arisan Sosialita Pakai Tumbal Brondong di Pondok Indah

·Bacaan 1 menit

VIVA – Beredar di media sosial twitter sebuah video penjelasan dari seorang perempuan terkait adanya ritual mistis pada sebuah acara arisan sosialita yang dimana memakan tumbal berupa manusia.

Dalam video yang diunggah akun @babymatchaaa, seorang perempuan menjelaskan dirinya ditawari menjadi master of ceremony (MC) dalam acara arisan sosialita dengan bayaran yang ditawarkan perjamnya sebesar Rp10 juta jika bersedia memandu acara tersebut.

Dalam video tersebut, si perempuan menunjukkan tangkapan layar hasil percakapannya dengan pihak pembuat acara yang mengajaknya menjadi MC. Perempuan tersebut pun sempat tergiur dengan adanya tawaran bayaran MC yang sangat fantastis dan menyebut lokasinya akan di gelar di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Namun, sosok perempuan tersebut merasa ada yang janggal ketika mempertanyakan lebih jauh terkait dengan rangkaian acaranya.

Dijelaskan perempuan tersebut nantinya akan ada pria muda atau bisa sebutannya ‘berondong’ akan digantung di acara tersebut.

"Nah si klien aku mulai jelasin rangkaian acaranya. Nanti si berondongnya mulai merangkak dan digantung. Hah ini acara apa sih?," ujar perempuan dalam video tersebut dikutip VIVA, Rabu, 30 Juni 2021.

Pada video berikutnya yang diunggah oleh akun sama, sang perempuan menyatakan sang brondong telah bersedia menjadi tumbal. Disebutkan, tumbal tersebut diperuntukkan guna pesugihan awet muda.

"Jadi itu tumbal untuk pesugihan. Pesugihan untuk awet muda, kecantikan, kekayaan, karier dan lain-lain," sambung dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Donni Bagus Wibisono mengatakan, pihaknya akan menyelidiki kebenaran video tersebut.

"Saya lacak dulu sejauh mana kebenarannya ya. Nanti kita kabari perkembangannya,” kata dia.

Baca juga: Viral Suami Sakit Meriang Digendong Istri, Manja Banget

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel