Viral, Balita Kembar Dinikahkan agar Terhindar dari Nasib Buruk

Ichsan Suhendra, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVABalita kembar berusia lima tahun di Thailand dipaksa menikah. Hal itu menjadi viral di media sosial. Balita yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu diketahui dinikahkan kedua orang tuanya di kediaman mereka di Nakhon Si Thammarat, Thailand pada 4 Maret.

Keduanya harus dinikahkan karena mereka percaya anak kembar mereka adalah kekasih di kehidupan lampau. Dilansir dari laman The Sun, menurut kepercayaan yang dianut oleh orang tua bayi kembar itu menyebut anak kembar dilahirkan bersama karena hubungan keduanya dari kehidupan mereka di masa lalu.

Mereka percaya pasangan itu berbagi 'karma' karena mereka pernah menjadi kekasih yang hubungannya berakhir sebelum mereka menikah.

Kedua orang tua balita itu bersikeras untuk menikahkan anak kembarya sedini mungkin, agar hidup mereka tidak dihantui oleh nasib buruk.

"Kami percaya bahwa jika anak-anak Anda lahir kembar dengan jenis kelamin yang berbeda, mereka harus menikah atau salah satu dari mereka akan jatuh sakit di kemudian hari. Kami hanya melakukan ini untuk memastikan anak-anak kami aman. Kami tidak ingin mereka sakit dan tidak ada ruginya jika kami mengikuti keyakinan ini," kata ayah balita kembar itu.

Dia menggambarkan dampak generasi dari pernikahan yang tidak ortodoks, menyarankan si kembar harus memenuhi takdir perkawinan mereka sehingga anak-anak mereka di masa depan dapat tumbuh dengan sehat.

"Saya merasa sangat beruntung memiliki anak kembar tetapi saya khawatir ada sesuatu yang mengikuti mereka dari kehidupan mereka sebelumnya," tambah ibu mereka. Keyakinan kami adalah bahwa mereka harus menikah untuk membersihkan karma itu," kata ayah balita kembar itu.

Di sisi lain, prosesi pernikahan yang digelar pada Kamis kemarin dihadiri oleh teman dan keluarga serta pemuka agama yang melantunkan berkah selama pernikahan yang tidak normal.

Acara itu juga diikuti dengan perayaan tradisional Thailand seperti iringan musik, parade, dan tarian. Kerabat bahkan mempersembahkan mas kawin untuk pasangan anak-anak, sesuai dengan adat istiadat budaya.

Terlepas dari pernikahan mewah, pernikahan si kembar tidak sah secara hukum dan hanya diatur untuk keperluan seremonial.