Viral Daging Kurban Dibikin Steak, Pas Dimakan Alot Susah Dikunyah

·Bacaan 1 menit

VIVADaging kurban yang dibagi-bagikan untuk warga saat perayaan Idul Adha dibikin tak biasa. Salah satu netizen dengan akun tiktok @nadshiy mengubah daging mentah itu menjadi steak yang viral di medsos. Masaknya hanya menggunakan wajan datar. Dia merekam video proses memasak daging kurban menjadi steak.

Dikutip VIVA, Jumat 23 Juli 2021, sebelum memasak daging kurbannya, pemilik akun tiktok tersebut mengelap daging hingga supaya tidak ada air yang meresap. Cara ini memang viral di kalangan tiktok sebelum memasak steak.

Dalam video itu, wanita pemilik akun juga membumbui daging pakai lada dan garam sebelum dimasukkan ke dalam wajan datar. Di wajan datar pula sudah disiapkan mentega dan bawang putih.

Cara masaknya sudah mirip chef. Saat wajan panas, daging kurban kemudian dimasukan dan dimasak hingga kedua sisi berubah warna menjadi coklat. Setelah semua dianggap cukup dan daging berubah warna akhirnya daging kurban tersebut diangkat dan didiamkan.

Saat dipotong, warna dalam daging tersebut masih merah muda sesuai dengan daging steak pada umumnya dengan tingkat kematangan medium rare. Ketika dicoba, wanita tersebut merasa dagingnya belum matang dan potongan steak dimasak ulang hingga semua berubah warna menjadi coklat.

"Tapi pas aku coba, ini aduh belum matemg," kata wanita berhijab itu.

Saat dicoba untuk memakan lagi, ternyata daging tersebut malah alot keras dan susah dikunyah. Video tiktok yang sudah dilihat lebih dari 15 juta ini mendapat banyak komentar. Kebanyakan netizen menganggap daging kurban tidak cocok dibikin steak.

@leogirl: Enggak semua daging bisa dibikin steak. Daging kurban dibikin steak pas makan bukannya classy malah kek limbad lagi atraksi

@bebek adus kali: Enggak dulu deh, nanti emak gue ngamuk

@martinGG: Udah jangan aneh-aneh, beda sapi wakakakaka, bikin dendeng aja leboh jos

@jofan pratama: Dagingnya sapi wagyu mbak, bukan sapi Brahman

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel