Viral di Makassar, Perempuan Dipukuli Temannya Gara-Gara Baju Hilang

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang menelusuri video viral seorang perempuan yang dianiaya dan ditelanjangi di Hotel Jolin. Kini polisi mengejar empat orang pelaku penganiayaan yang terdapat dalam video tersebut.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Abdul Azis mengatakan pihaknya telah menerima laporan seorang perempuan korban penganiayaan dan penelanjangan berinisial A yang viral di media sosial (medsos).

"Korban inisial A. Sudah melapor, makanya kita tahu jalan ceritanya karena dia sudah diperiksa dan BAP ( berita acara pemeriksaan) serta udah divisum," kata dia saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (18/6).

Azis menjelaskan kronologi penganiayaan terjadi karena korban meminjam baju milik salah satu terlapor. Tetapi karena baju tersebut hilang, membuat terlapor naik pitam dan menganiaya korban

"Itukan awalnya ada tiga baju sama teman sendiri. Ini mereka berteman, dia sebelum itu pinjam baju si pelapor ini dan akhirnya dia tagih mau ambil bajunya, terus korban bilang hilang," tuturnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, saat itu terlapor meminta ganti atas baju yang hilang tersebut. Tetapi karena korban tidak memiliki uang membuat terlapor naik pitam.

"Akhirnya dia (terlapor) tahu kalau si korban ada di hotel itu malam. Nah, dia datang bersama temannya dan dia ketuk pintu sama temannya, dan dia (korban) ada di dalam," bebernya.

"Akhirnya tanpa tanya-tanya (korban) langsung dipukuli sama salah satu tersangka atau terlapor dan akhirnya temannya ikut-ikut (memukul)," sebutnya.

Kini polisi sedang memburu 4 terlapor tersebut. Ia mengungkapkan terlapor saat ini berada di luar Kota Makassar.

"Titiknya sudah kami ketahui. Mudah-mudahan segera kami dapat," tegasnya.

Selain memeriksa korban, polisi juga sudah mengambil CCTV Hotel Jolin. CCTV nantinya untuk melengkapi BAP dan juga keterangan dari terlapor. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel