Viral di TikTok, Pembalut Dicuci Dulu atau Langsung Dibuang?

Tasya Paramitha, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah video mengenai pembalut tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial TikTok. Video yang diunggah akun @fuserep tersebut membahas apakah perlu pembalut yang telah dipakai dicuci terlebih dahulu atau langsung dibuang.

Umum di kalangan masyarakat Tanah Air selalu mencuci bersih pembalut yang telah mereka gunakan saat menstruasi sebelum dibuang ke tempat sampah. Namun, tidak sedikit pula yang memilih untuk membuangnya langsung ke tempat sampah.

Lantas, lebih baik dicuci bersih kemudian dibuang ke tempat sampah atau langsung dibuang ke tempat sampah begitu saja?

Dalam akun TikTok @fuserep, seorang ahli kesehatan dr. Susie Rendra menyebut bahwa pembalut yang dipakai saat haid sebenarnya tidak perlu dicuci. Hal ini lantaran sifat dari pembalut sebagai penampung darah kotor.

Menurut dr susie Rendra mencuci pembalut itu sebenarnya tidak perlu dicuci karena sifatnya pembalut adalah menampung darah kotor. Kalau dicuci gel di dalam pembalut bakalan keluar bersama darah dan bisa mengotori area sekitar justru malah jadi enggak higienis,” kata dia dalam video tersebut.

Dalam video itu juga dijelaskan bahwa ada sejumlah kepercayaan yang ada di Indonesia bahwa penting bagi perempuan yang menstruasi untuk mencuci bersih pembalutnya sebelum dibuang. Hal ini sendiri berkaitan dengan hal-hal mistis yang sering menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat.

Seperti jika tidak mencuci pembalut maka darah menstruasi akan dijilat kuntilanak, ada pula yang menyebut jika tidak dicuci maka perempuan itu akan sakit perut hingga mandul.

Terlepas dari semua kepercayaan itu kita harus tetap saling menghargai pilihan orang masing-masing. Mau dicuci atau enggak, yang penting harus dilakukan dengan benar dan jangan sampai mengotori lingkungan,” jelas dia.

Di sisi lain akun tersebut juga memberikan beberapa pilihan jenis pembalut yang bisa dicuci, seperti menstrual cup hingga tampon.

Untuk kalian yang team yang nyuci dulu ada pilihan pembalut lain yang ramah lingkungan seperti pembalut kain menstruasi cup dan tampon,” kata dia.