Viral Dokumen Pemerintah Klaim Seks Sembuhkan COVID-19, Ini Faktanya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah dokumen palsu yang mengklaim bahwa seks bisa menyembuhkan COVID-19, telah dibantah oleh Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan.

Dokumen tersebut berisi klaim bahwa berhubungan seks empat hingga enam jadi sehari adalah satu-satunya cara untuk mencegah COVID-19.

Meski laporan pemerintah dengan logo resmi Departemen Kesehatan itu banyak berisi kesalahan ejaan dan faktual, dokumen itu viral di media sosial.

Dr Garth Japhet meminta publik untuk berhenti sejenak sebelum mengunggah, 'seperti halnya virus, masing-masing kita memiliki kekuatan untuk memutus rantai infeksi dan melindungi diri kita serta orang lain.

"Satu-satunya cara kita bisa mengalahkan virus corona ini! catatan mari kita jaga orang-orang tetap di dalam rumah setidaknya empat sampai enam jam sehari kami memastikan bahwa seks adalah satu-satunya obat yang bisa kita gunakan sekarang," demikian bunyi dokumen palsu itu dikutip Daily Star.

"Mari kita coba melakukan banyak sesi sebanyak yang kita bisa setidaknya empat sampai lima jam per hari hingga pemberitahuan lebih lanjut. Ini hanya untuk orang tua saja sehat dan kuat," lanjut dokumen itu.

Peringatan palsu itu bahkan salah dalam menulis nama Departemen Kesehatan, tapi beberapa pengguna media sosial termakan oleh dokumen itu.

Padahal, jauh dari pengobatan COVID-19, seks dalam beberapa kasus justru bisa meningkatkan penyebaran penyakit itu.

Dokter William F. Marshall dari Mayo Clinic menekankan bahwa virus menyebar melalui droplet pernapasan yang dilepaskan saat seseorang yang memiliki virusnya batuk, bersin atau berbicara.

"Melakukan kontak dengan air liur seseorang melalui ciuman atau aktivitas seksual lainnya bisa membuat Anda terpapar virus. Orang yang memiliki COVID-19 juga bisa menyebarkan droplet pernapasan ke kulit dan benda pribadi," tulisnya.

Dokter Marshall menambahkan, pasangan seks bisa terkena virus dengan menyentuh benda-benda tersebut kemudian menyentuh mulut, hidung atau matanya.

Selain itu, virus juga bisa menyebar melalui kontak dengan kotoran.

"Ada kemungkinan Anda bisa terkena virus COVID-19 dari aktivitas seksual yang membuat Anda terpapar percikan kotoran manusia," lanjutnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel