Viral Emak-emak Curhat Kritik Trek Ujian SIM C, Ini Kata Korlantas Polri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri angkat bicara soal kritik viral di media sosial yang dilayangkan seorang emak-emak mengenai trek untuk uji praktik SIM C yang dianggap rumit dan tidak masuk akal.

Kasubdit SIM Korlantas Polri Kombes Djati Utomo menjelaskan tentang trek yang dianggap sulit dan tidak sesuai standar itu oleh emak-emak itu. Disebutkan bahwa trek itu telah sesuai standart aturan yang ada.

"Iya betul (trek sudah sesuai standar)," ujar Djati saat dimintai konfirmasi, Senin (22/11/2021).

Aturan itu tertuang dalam Perkap Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM, lebih tepatnya di paragraf 4 Ujian Praktik I Pasal 62. Dengan ketentuan para peserta uji SIM C harus dihadapkan dengan trek zig-zag hingga berbalik arah.

"Berdasarkan lampiran Perkap Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM paragraf 4 Ujian Praktik I Pasal 62, yaitu: (1) Materi Ujian Praktik I untuk peserta uji sepeda motor: a. Uji pengereman keseimbangan, b. Uji slalom (zig zag), c. Uji membentuk angka 8, d. Uji reaksi rem menghindar, e. Uji berbalik arah membentuk huruf U (U turn)," terangnya.

"(2) lebar dan panjang lapangan ujian praktik I untuk SIM C disesuaikan dengan besaran kapasitas silinder dan/atau dimensi sepeda motor yang dikendarai," tambahnya.

Alhasil, Djati menyebut jika seluruh peserta yang hendak praktik SIM C harus dinyatakan lulus dari ujian praktik, teori, dan keterampilan melalui simulator. Sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 81 Ayat (5).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Viral

Sebelumnya, Sebuah video curhatan emak-emak mencuri perhatian publik. Emak-emak ini terlihat emosi jiwa melihat trek ujian SIM. Terlebih trek jalan zig-zag dan angka 8 yang harus dijalani oleh peserta ujian SIM. Dengan emosi, emak-emak ini curhat dan berkomentar soal trek tersebut.

"Buat Kepolisian Republik Indonesia ya ngapain sih bikin trek kayak begini? Tolong ya bikin trek yang masuk di akal," kata wanita ini.

"Apalagi buat emak-emak seperti kita-kita ini, auto enggak bakalan lulus deh dan auto nembak," sambungnya.

Dalam video tersebut dia juga turut menunggu adanya perubahan dalam pelaksanaan uji SIM C yang dianggapnya sulit tersebut.

"Oke saya tunggu ya, mudah-mudahan ada perubahan. Soalnya saya mau bikin SIM, saya enggak mau kalau treknya kayak begini," katanya.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel