Viral Emak-Emak Ngaku Kemaluannya Ditendang, Begini Penjelasan Polisi

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang emak-emak bersitegang dengan beberapa anggota polisi. Keributan itu diabadikan seseorang dan rekaman videonya viral di media sosial.

Seperti dilihat salah satu akun twitter pada Minggu (17/4), pada rekaman video berdurasi 18 detik itu, seorang perempuan mengenakan jas hujan mengejar pria anggota polisi. Dengan nada tinggi dia menuding si polisi menendang kemaluannya.

Merespons video viral ini, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto memberikan penjelasan. Dia memaparkan, video itu direkam saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (11/4).

Anggota itu memang ditugaskan untuk mengawal aksi unjuk rasa. Massa mulai berdatangan pada pukul 13.00 WIB.

Berawal dari Teguran

Saat itu, anggota melakukan filterisasi terhadap peserta unjuk rasa yang masuk ke kawasan Gedung DPR/MPR. Pada saat proses pemeriksaan, anggota melihat sebuah mobil Toyota Kijang Innova parkir di lajur dua Jalan Gatot Subroto.

Apitu RM yang berada di lokasi meminta sopir untuk segera memindahkan kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang.

"Aiptu RM menegur sopir untuk geser mobil tersebut," kata Setyo dalam keterangan tertulis, Minggu (17/4).

Setyo mengatakan, teguran Aiptu RM mendapat respons kurang menyenangkan. Tiba-tiba datang seorang emak-emak dan langsung memaki anggota polisi.

"Tiba-tiba datang seorang perempuan ibu-ibu dan bilang lagi nunggu logistik. Ditegur lagi agar dipindahkan lagi namun ibu tersebut justru marah-marah," ucap dia.

Massa Terprovokasi

Setyo mengatakan, anggota polisi lain dengan inisial Iptu W menghampiri mereka untuk melerai. Namun, emak-emak tersebut malah semakin emosi.

"Ibu tersebut makin marah dan bilang 'polisi dajjal, kurang ajar menendang kemaluan saya' dan terus mengejar Aiptu RM. Kemudian Iptu W mengambil sepeda motor dan membawa Aiptu RM," terang dia.

Setyo menerangkan, keributan itu memancing emosi massa di lokasi. Bahkan Aiptu RM dan Iptu W sempat ditimpuki batu, massa diduga terprovokasi.

"Massa terprovokasi atas teriakan ibu-ibu tersebut dan melempari batu. Iptu W dan Aiptu RM berhasil keluar dari kepungan massa dan dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang," kata dia.

Bantah Tendang Kemaluan

Setyo menepis tudingan bahwa anggota menendang kemaluan perempuan itu. Dia menegaskan, anggotanya tidak pernah melakukan hal tersebut.

"Kejadian tersebut sebetulnya tidak ada. Hanya untuk memprovokasi massa," terang dia.

Bahkan, salah satu anggota sempat menyarankan ibu itu membuat laporan polisi seandainya merasa dirugikan. Namun, dia menolak.

"Bripka Heri sempat menyarankan (korban) kalau dirugikan silakan lapor atau visum, tapi dijawab 'lapor polisi percuma kasus hilang besok'," tandas dia.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel