Viral Foto Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi, Ini 4 Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Media sosial digegerkan dengan sebuah foto yang menampilkan kilatan cahaya terang yang tampak jatuh di puncak Gunung Merapi. Banyak netizen menduga bahwa secarik cahaya tersebut berasal dari meteor yang jatuh.

Foto itu diunggah oleh akun Twitter @merapi_uncover yang kemudian viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, memperlihatkan kilatan cahaya berwarna hijau kekuningan (terlihat dalam foto) di puncak Gunung Merapi.

"Meteor Jatuh di Puncak Gunung Merapi, Kali Adem, Cangkringan, Yogyakarta (27 Mei 2021)," tulis akun @merapi_uncover, dikutip Liputan6.com pada Sabtu (29/5/2021).

Heboh adanya dugaan bahwa kilatan cahaya tersebut adalah meteor, berikut beberapa fakta terkait yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber mengenai cahaya yang jatuh ke puncak Gunung Merapi, Sabtu (29/5/2021).

1. Lokasi Jatuhnya Cahaya

Viral foto diduga meteor jatuh. (Twitter/@merapi_uncover/Gunarto_song)
Viral foto diduga meteor jatuh. (Twitter/@merapi_uncover/Gunarto_song)

Dalam foto yang beredar, terdapat keterangan bahwa cahaya yang diduga meteor jatuh itu berada di puncak Gunung Merapi, Kaliadem, Cangkringan Yogyakarta pada Kamis (27/5/2021) malam.

Foto tersebut diambil oleh Gunarto_song di lokasi Batu Alien, daerah Kaliadem pada malam hari. Saat ini foto tersebut pun viral dan menuai beragam reaksi dari warganet.

2. Kilatan Cahaya Terekam CCTV

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Foto yang menampilkan kilatan cahaya di puncak Gunung Merapi itu pun menghebohkan warganet. Mereka menduga bahwa cahaya tersebut adalah meteor jatuh. Rupanya, kejadian itu sempat terekam oleh CCTV Megadata.

Dalam cuplikan video CCTV tersebut, tampak pada detik ke-21 ada cahaya putih yang muncul di atas gunung Merapi. Cahaya tersebut tampak berkilau dan hilang dalam sekejap. Rekaman CCTV tersebut diambil di Merapi yang berlokasi di Kalitengah Kidul.

3. Penjelasan BPPTKG

Viral foto diduga meteor jatuh. (Twitter/@merapi_uncover/Gunarto_song)
Viral foto diduga meteor jatuh. (Twitter/@merapi_uncover/Gunarto_song)

Dilansir dari Merdeka.com, Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida tak menampik adanya kilatan cahaya yang terekam dalam rekaman CCTV yang beredar.

"Sehubungan dengan beredarnya berita tersebut dapat kami sampaikan bahwa kamera CCTV (milik BPPTKG Yogyakarta) yang berada di Deles (Kabupaten Klaten atau sisi timur Gunung Merapi) sempat merekam jilatan cahaya tanggal 27 Mei 2021 pukul 23.08 WIB," kata Hanik dalam keterangannya, dikutip Liputan6.com dari Merdeka, Sabtu (29/5/2021).

Ia menjelaskan, bersamaan dengan munculnya kilatan cahaya tersebut, tidak terjadi kegempaan yang signifikan dan tidak ada laporan suara dentuman.

4. Belum Bisa Memastikan

Petugas mengamati aktivitas Gunung Merapi di Pos Pengamatan Gunung Api Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2020). BPPTKG melaporkan adanya potensi erupsi akibat aktivitas vulkanik Gunung Merapi, seperti guguran lava, lontaran material hingga awan panas. (Liputan6.com/Gholib)
Petugas mengamati aktivitas Gunung Merapi di Pos Pengamatan Gunung Api Jrakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (8/11/2020). BPPTKG melaporkan adanya potensi erupsi akibat aktivitas vulkanik Gunung Merapi, seperti guguran lava, lontaran material hingga awan panas. (Liputan6.com/Gholib)

Lebih lanjut, Hanik memaparkan jika tugas BPPTKG Yogyakarta adalah melakukan pengamatan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi. Sejauh ini, BPPTKG Yogyakarta belum bisa memastikan apa sebenarnya dari kejadian tersebut.

"Salah satu tugas BPPTKG-PVMBG-Badan Geologi adalah melakukan mitigasi Gunung Merapi. Namun kami tidak memiliki tugas untuk mengamati benda langit. Sehingga kami tidak bisa memastikan benda apa yang terlihat dalam gambar tersebut," ucap Hanik, melansir dari Merdeka.com.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel